Kota Kupang – Musyawarah Provinsi (Musprov) XI Ikatan Nasional Kontruksi Indonesia (INKINDO) Nusa Tenggara Timur resmi dibuka di Kota Kupang, Sabtu (23/5/2026), dengan mengusung tema “Penguatan Profesionalisme Jasa Konsultan”.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memilih kepengurusan baru periode 2026–2030 sekaligus memperkuat peran konsultan dalam pembangunan daerah.
Ketua Panitia, Bondy Sirah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musprov XI bertujuan memilih ketua baru sebagai bentuk penyegaran organisasi agar mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan anggota ke depan.
“Musprov ini merupakan momentum penyegaran organisasi dengan memilih ketua baru periode 2026–2030,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti 78 anggota konsultan yang tergabung dalam INKINDO NTT, dengan jumlah pemilih tetap sebanyak 36 anggota. Sementara sumber pendanaan kegiatan berasal dari sumbangan anggota INKINDO NTT.
Ketua DPP INKINDO Nusa Tenggara Timur, Ir Benyamin D Pandie, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Musprov XI serta mengapresiasi panitia dan seluruh pengurus yang telah bekerja sehingga kegiatan berjalan dengan baik.
“Musprov ini merupakan agenda penting, bukan hanya memilih pengurus baru, tetapi juga menjadi ajang memperkuat INKINDO ke depan,” katanya.
Menurutnya, INKINDO harus menjadi organisasi yang mampu menjawab persoalan anggota di tengah perkembangan global serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan di Nusa Tenggara Timur.
Ia berharap Musprov XI mampu melahirkan gagasan, ide, dan kolaborasi yang baik demi kemajuan organisasi dan pembangunan daerah.
“Saya mengajak seluruh anggota INKINDO di NTT tetap profesional dan terus memberikan kontribusi bagi daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPN INKINDO yang diwakili Wakil Ketua Umum Bidang Pranata Usaha INKINDO, Rodald Sihombing Hutasoit, menyampaikan apresiasi atas penyambutan panitia dan suasana pembukaan yang dinilai penuh kekeluargaan.
Ia menegaskan bahwa profesionalisme tidak hanya dituntut dari konsultan, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat dalam bidang pembangunan.
“Kerja-kerja konsultan sangat berkaitan dengan regulasi sehingga tantangan yang dihadapi cukup kompleks,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan hukum, audit terhadap konsultan, sertifikasi, hingga banyaknya asosiasi konsultan menjadi tantangan tersendiri dalam dunia jasa konsultansi. Selain itu, perkembangan teknologi dan digitalisasi juga menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Ia juga mendorong adanya regulasi daerah, termasuk pergub yang mendukung konsultan kecil dan menengah di NTT agar mampu berkembang dan bersaing.
“Pesan utama kami adalah menjaga solidaritas, menjaga marwah INKINDO, dan memperluas kontribusi di daerah. INKINDO adalah rumah kita bersama,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT yang diwakili Kepala Dinas PUPR NTT, Ir Benyamin Nahak, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Gubernur NTT dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Musprov XI yang dinilai strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan daerah.
“Konsultan bukan hanya mitra strategis pemerintah, tetapi juga memiliki peran penting menghadirkan pembangunan yang berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan pembangunan di bidang infrastruktur, ekonomi, budaya, dan sektor lainnya membutuhkan tenaga profesional yang mampu bekerja secara berkualitas dan berintegritas.
Pemerintah NTT, lanjutnya, berkomitmen membuka ruang kemitraan yang sehat dengan berbagai pihak, termasuk INKINDO, agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap INKINDO NTT terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai sektor lainnya dalam membangun sumber daya lokal yang profesional demi mewujudkan NTT yang sehat dan sejahtera.(*)
