Zonaline-news.com Ende Minggu, 31 Mei 2026. Masyarakat Alor Pantar yang tergabung dalam Paguyuban Alor Pantar di Kabupaten Ende mendapat kehormatan untuk menyambut Patung Burung Garuda dengan tarian adat Cakalele dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kota Ende.
Keterlibatan masyarakat Alor Pantar tidak hanya pada prosesi penyambutan Patung Burung Garuda, tetapi juga dalam sejumlah kegiatan budaya dan kebangsaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Ende menjelang puncak peringatan Hari Lahir Pancasila.
Ketua Paguyuban Alor Pantar di Ende, Kaleb Kabeibeka, S.Pd, putra asal Mataru Lakatuli, Suku Melelang, Kabupaten Alor, mengatakan bahwa partisipasi tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat Alor Pantar terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai-nilai persatuan dan kebangsaan.
"Ini merupakan kebanggaan bagi kami masyarakat Alor Pantar di Ende karena diberi kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan peringatan Hari Lahir Pancasila," kata Kaleb.
Ia menjelaskan, pada 29 Mei 2026, Paguyuban Alor Pantar mengisi malam pentas budaya dengan menampilkan tarian tradisional Cakalele dan Lego-Lego. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Ende, Wakil Bupati Ende, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat yang memadati lokasi acara.
Selanjutnya, pada 30 Mei 2026, masyarakat Alor Pantar mendapat kepercayaan untuk menjemput Patung Burung Garuda dari Pelabuhan Bung Karno menuju Lapangan Pancasila Ende dengan iringan tarian adat Cakalele.
Pada malam harinya, keluarga besar Alor Pantar kembali berpartisipasi dalam pawai obor bersama masyarakat Kota Ende sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Kaleb menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepada masyarakat Alor Pantar untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
"Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ende, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Ende, yang telah memberikan ruang bagi masyarakat Alor Pantar untuk menampilkan budaya leluhur mereka dalam kegiatan berskala daerah tersebut.
Selain itu, apresiasi juga disampaikan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Ende beserta seluruh jajaran yang telah mendukung keterlibatan Paguyuban Alor Pantar sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Menurut Kaleb, budaya memiliki peran penting dalam mempererat hubungan kekeluargaan dan menjaga persatuan masyarakat Alor Pantar, baik di kampung halaman maupun di tanah rantau.
"Sebagai orang Alor Pantar yang hidup di perantauan, jangan pernah melupakan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur. Melalui budaya, kita dapat saling menerima sebagai satu keluarga yang hidup rukun dan damai," katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat Alor Pantar untuk terus menjaga persatuan dan tidak membiarkan perbedaan menjadi pemicu perpecahan.
"Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikan budaya kita, siapa lagi. Mari kita terus memegang teguh semangat persaudaraan yang diwariskan oleh leluhur melalui semboyan Tara Miti Tomi Nuku," ujarnya.
Kaleb berharap masyarakat Alor Pantar di Ende terus menjaga kebersamaan melalui budaya Lego-Lego yang selama ini menjadi simbol persaudaraan, keakraban, dan kekeluargaan.
Ia juga berharap kerja sama antara masyarakat Alor Pantar dengan Pemerintah Kabupaten Ende dan instansi terkait dapat terus terjalin sehingga budaya
Alor Pantar semakin dikenal dan mendapat tempat di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Keterlibatan Paguyuban Alor Pantar dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi wujud nyata pelestarian budaya sekaligus penguatan semangat persatuan masyarakat Alor Pantar di perantauan. Semangat yang diwariskan leluhur melalui semboyan "Tara Miti Tomi Nuku" terus hidup dan menjadi perekat persaudaraan masyarakat Alor Pantar di mana pun berada.(#Aty)
