KUPANG — Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE), Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., meminta mahasiswa baru tidak menjadikan ijazah sebagai satu-satunya tujuan menempuh pendidikan tinggi.
Mahasiswa diharapkan mampu mengubah pola pikir, berani berinovasi, memiliki karakter, serta hadir sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Nazaruddin saat membuka Orientasi Mahasiswa Baru (ORMABA) UMKOE 2026 di Aula Utama UMKOE, Sabtu (26/9/2026).
Di hadapan mahasiswa baru yang disebut sebagai “Squad 26 UMKOE”, Nazaruddin mengatakan perguruan tinggi harus menjadi ruang untuk mentransformasi pola pikir sekaligus membentuk karakter mahasiswa agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Pendidikan tinggi pada dasarnya bertujuan mentransformasi cara berpikir agar kita dapat melakukan inovasi, agar kita dapat tumbuh di tengah masyarakat dan ikut serta memberi pencerahan dan memecahkan problem-problem yang dihadapi masyarakat,” ujar Nazaruddin.
Menurutnya, proses pendidikan tidak boleh berhenti di dalam ruang kelas. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama menjalani perkuliahan harus mampu diterjemahkan menjadi gagasan dan tindakan yang bermanfaat bagi lingkungan.
“Kita bukan bagian dari masalah, tetapi kita harus memperkokoh diri sebagai bagian dari solusi atau pemecahan masalah,” tegasnya.
UMKOE Teguhkan Identitas sebagai Kampus Multikultural
Dalam kesempatan tersebut, Nazaruddin juga memperkenalkan UMKOE sebagai “The Real Multicultural University”.
Menurutnya, identitas tersebut mencerminkan UMKOE sebagai ruang pendidikan yang terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa membedakan suku, agama maupun budaya.
“Memberikan wadah, menyediakan tempat bagi seluruh anak bangsa, apa pun suku, agama, dan budayanya, untuk menyatu, bergabung menjadi sebuah bangun Indonesia yang kokoh di masa yang akan datang,” jelasnya.
Ia menilai keberagaman yang ada di lingkungan kampus harus menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan akademik yang harmonis.
Perbedaan, kata Nazaruddin, bukan menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang bersama.
Ia juga mengaitkan semangat multikultural tersebut dengan Muhammadiyah yang selama ini bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta pembaruan pemikiran.
“Muhammadiyah adalah gerakan keagamaan Islam, tapi Muhammadiyah memberikan jiwa dan tempatnya untuk seluruh anak bangsa dari agama apa pun, dari suku apa pun, dari budaya apa pun dia berasal,” katanya.
Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Nazaruddin selanjutnya meminta mahasiswa baru menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum untuk melakukan transformasi diri.
Ia berharap mahasiswa Squad 26 UMKOE tidak hanya mengalami peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga berkembang dalam kreativitas, pola pikir, kepedulian sosial, dan kemampuan menciptakan inovasi.
“Canangkan cita-cita agar selama Anda belajar di Universitas Muhammadiyah Kupang, Anda telah bertransformasi, Anda telah meningkat kemampuan atau cara berpikirnya. Anda siap melakukan inovasi-inovasi untuk membawa kemajuan bagi masyarakat,” tuturnya.
Nazaruddin juga berharap mahasiswa baru dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar tiga setengah hingga empat tahun dan kembali kepada keluarga dengan membawa keberhasilan.
Rektor Bacakan Puisi tentang Makna Pendidikan
Pesan mengenai pentingnya transformasi dalam pendidikan turut diperkuat Nazaruddin melalui pembacaan puisi berjudul “Pendidikan dan Kependidikan”.
Melalui puisi tersebut, pendidikan digambarkan bukan sebagai proses mencetak manusia dalam bentuk yang sama, tetapi sebagai proses menumbuhkan potensi melalui pengalaman dan perjalanan belajar.
“Pendidikan bukan cetakan. Ubah batu jadi permata yang berkilau. Nyala api bukan isi wadah,” demikian salah satu bagian puisi yang dibacakan Nazaruddin.
Pembukaan ORMABA UMKOE 2026 kemudian berlangsung dalam suasana meriah. Rektor bersama mahasiswa baru menyanyikan lagu dan berinteraksi langsung dengan sejumlah mahasiswa di atas panggung.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa juga diminta menyebutkan kembali sejumlah istilah penting dari sambutan Rektor.
Salah seorang mahasiswi menyebut “Multicultural University” sebagai salah satu pesan penting yang disampaikan Nazaruddin. Ia menggambarkan UMKOE sebagai ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai suku, ras dan daerah untuk tumbuh secara harmonis.
Nazaruddin kemudian kembali menegaskan semangat multikultural tersebut sebagai bagian dari identitas UMKOE.
Pembukaan ORMABA UMKOE 2026 menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik sekaligus memahami nilai-nilai yang ditekankan kampus, yakni transformasi pola pikir, inovasi, keberagaman, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.(*)
