ZONA LINE NEWS.COM - KALABAHI
Pekan Wisata Maju Rakyat Sejahtera (Wismaraya) II Kabupaten Alor Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan Mini Kalabahi, Rabu (9/9/2026). Event akbar yang berlangsung selama enam hari, dari 9 hingga 14 September 2026, ini menjadi momentum strategis untuk menggenjot sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bumi Nusa Kenari.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Alexon Lumba, S.H., M.Hum. Ia hadir mewakili Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang berhalangan hadir secara langsung.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Alexon Lumba, Gubernur NTT menekankan bahwa pariwisata Alor tidak boleh hanya sekadar menjual keindahan alam bawah laut atau panorama eksotis. Lebih dari itu, pariwisata harus menjadi alat pemberdayaan masyarakat lokal.
“Kita harus mampu menghadirkan pengalaman yang utuh bagi wisatawan. Ketika orng datang ke Alor, mereka tidak hanya menikmati laut, tetapi juga mengenal budaya, mencicipi kuliner, membeli produk lokal, serta merasakan keramahan masyarakat,” tulis Gubernur dalam sambutannya.
Gubernur juga menyoroti pentingnya hilirisasi produk. Ia meminta agar potensi lokal seperti tenun ikat, kerajinan tangan, dan hasil laut tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah. Melalui proses pengolahan, perbaikan kemasan, dan branding, produk-produk tersebut diharapkan memiliki nilai jual tinggi dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Sementara itu, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, S.H., M.H., melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., memaparkan capaian positif sektor pariwisata daerah.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum tumbuh sebesar 9,14 persen. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan ekonomi umum Kabupaten Alor yang berada di level 4,57 persen.
Dari sisi jumlah kunjungan, tren kenaikan terus terjadi. Jumlah wisatawan meningkat dari 20.767 orang pada 2023, menjadi 21.497 orang pada 2024, dan mencapai 24.706 orang pada 2025. Hingga pertengahan 2026, tercatat sudah ada 5.580 kunjungan wisatawan.
“Data ini menjadi modal sekaligus tantangan. Kita tidak boleh lengah. Pembangunan pariwisata membutuhkan dukungan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat desa,” ujar Wabup Rocky.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menjadi penonton pasif. Melalui program Gerakan Membangun dari Timur (Gerbang Timur) dengan spirit "Alor Berkemas", Pemkab Alor bertekad mewujudkan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Wismaraya II, Mohamad Baesaku, S.Sos., menjelaskan bahwa event tahun ini dirancang lebih dari sekadar festival hiburan.
Wismaraya II dijadikan ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, komunitas seni, akademisi, dan dunia usaha. Rangkaian acara selama enam hari (9–14 September 2026) meliputi Parade Wismaraya, Bazar UMKM, Jelajah Gastronomi Alor, serta atraksi budaya seperti Tari Perang Belo Dopi dan Tabu Gong.
“Keberhasilan pariwisata bukan hanya diukur dari ramainya pengunjung, tetapi dari sejauh mana aktivitas tersebut menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Baesaku.
Ia juga mendorong generasi muda Alor untuk memanfaatkan teknologi digital. Dengan menjadi kreator konten dan duta pariwisata di media sosial, pemuda dapat membantu memperluas jangkauan promosi destinasi Alor ke mata dunia.
Dengan kekayaan alam 15 gugusan pulau dan keragaman budaya 22 etnis, Wismaraya II diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi rakyat Alor yang mandiri dan sejahtera. ( Marliati Sy Kamran)



