KUPANG — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang menyatakan optimisme tinggi bahwa proyek pekerjaan jalan di penkase Oeleta Raya Kota Kupang akan rampung tepat waktu sebelum akhir tahun 2026. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas PUPR melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kota Kupang, Yohanes F. Puu, saat ditemui di ruang kerjanya Kamis, 15/10.
Jack Puu (panggilan akrab) memastikan bahwa secara teknis konstruksi jalan sangat memungkinkan untuk diselesaikan tepat target walaupun sisa waktu pengerjaan terhitung mepet sekitar dua hingga tiga bulan. Strategi utama pemerintah adalah menerapkan metode konstruksi hotmix yang dinilai jauh lebih efisien, mudah, dan cepat dalam proses pelaksanaannya di lapangan.
"Kalau dari segi konstruksi tidak ada masalah. Karena pekerjaan hotmix kan lebih mudah, lebih gampang dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi lapangan," ujar Jack Puu saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Kupang dari Fraksi PKB, Satario Julius Pandie, S.E., M.M., melalui telephone mengatakan, pemerintah kota harus lebih cepat dalam pelaksaannya nanti seiring dengan masuknya musim penghujan.
Satario menyebutkan bahwa proyek pengaspalan ini telah disetujui dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan. Langkah ini dinilai sangat krusial karena jalur Alak merupakan urat nadi perekonomian yang menjadi akses utama masyarakat menuju Pelabuhan Tenau dan kawasan pusat perkantoran. Jika tertunda, mobilitas warga dikhawatirkan akan lumpuh akibat cuaca ekstrem.
Mengenai mekanisme pelaksanaan di lapangan, Komisi III DPRD meminta Dinas PUPR bergerak cepat memproses tender tanpa harus menabrak regulasi yang ada. Pihak legislatif berjanji akan mengawal ketat jalannya proyek untuk memastikan kualitas fisik jalan tetap terjaga sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan tidak menjadi luncuran ke tahun anggaran berikutnya.
Saat ini, Dinas PUPR sedang menunggu terbitnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Setelah DPA terbit, dinas akan langsung melakukan perencanaan detail secara cepat, disusul proses tender selama dua minggu, dan masa kontrak kerja fisik lapangan yang ditargetkan memakan waktu sekitar 45 hari.
Di sisi lain, Jack Puu juga membantah keras isu miring yang beredar di media sosial mengenai dugaan intervensi serta pengaturan proyek oleh pihak luar, termasuk isu yang menyeret nama orang dekat walikota, Ia memastikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa berjalan transparan.
"Lelang tetap pasti terbuka dan transparan. Tidak ada pengaturan-pengaturan atau intervensi terhadap Pemkot maupun dinas, khususnya Dinas PU. Tender ini terbuka untuk umum dan semua sistemnya bisa dipantau langsung oleh masyarakat," pungkas Jack. (Wan)
