ALOR – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT), Johni Asadoma, mengajak para penyuluh pertanian di Kabupaten Alor untuk bergerak aktif mengoptimalkan potensi sektor pertanian dan perkebunan. Langkah strategis ini dinilai penting sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus instrumen untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Arahan tersebut disampaikan Wagub Johni di hadapan 103 penyuluh pertanian saat mengunjungi Kantor CWS Penyuluh Kementerian Pertanian Kabupaten Alor pada Senin (12/10/2026). Turut mendampingi dalam kunjungan kerja tersebut, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Alor.
Dalam pidatonya, Johni menjelaskan bahwa Kabupaten Alor diberkahi kekayaan alam melimpah pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pariwisata. Sektor-sektor ini harus dikelola secara optimal agar kontribusinya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan daerah. Ia pun mencontohkan keberhasilan Kabupaten Badung, Bali, yang mampu meraup PAD besar dari optimalisasi potensi lokal, termasuk mengintegrasikan wisata alam dengan objek wisata budaya serta keagamaan.
“Potensi yang kita miliki di Alor harus dimaksimalkan. Pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata merupakan sektor yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan PAD. Kalau semua potensi ini dikelola dengan baik, pendapatan daerah tentu bisa meningkat,” ungkap Johni Asadoma, Senin (12/10/2026).
Secara khusus, Wagub NTT menyoroti pentingnya program hilirisasi untuk dua komoditas perkebunan unggulan daerah, yakni jambu mete dan kakao. Menurutnya, rantai niaga pertanian di Alor tidak boleh berhenti pada penjualan bahan mentah. Petani harus didorong memanfaatkan teknologi pengolahan agar produk yang dipasarkan memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi.
“Jambu mete merupakan salah satu komoditas unggulan yang harus kita kembangkan. Jangan hanya menjual kacang mete dalam bentuk mentah. Kita perlu berpikir hilirisasi, bagaimana mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi, bisa dibuatkan selai atau produk lainnya, sehingga nilai jualnya bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat,” terangnya.
Guna menyukseskan visi tersebut, Johni meminta para penyuluh mengampanyekan gerakan menanam dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong agar menjadi area produktif. Di sisi lain, ia juga mengingatkan para penyuluh untuk membantu petani mengantisipasi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Berdasarkan pantauan pemerintah, sejumlah bendungan seperti Bendungan Raknamo mulai mengalami penurunan debit air secara signifikan, sementara hujan diperkirakan baru akan turun pada Januari atau Februari mendatang. Kondisi ini menuntut penyesuaian pola tanam dan manajemen air yang cermat.
Selain materi teknis pertanian, mantan Kapolda NTT ini menitipkan pesan sosial kepada para petugas lapangan. Mengingat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan prasyarat mutlak bagi pembangunan ekonomi, ia meminta para penyuluh turut mengedukasi generasi muda agar menjauhi minuman keras (miras) dan mengelola keuangan rumah tangga secara bijak demi pemenuhan gizi serta pendidikan anak.
“Saya titip, di samping memberikan penyuluhan tentang pertanian, mari kita juga membimbing anak-anak dan keluarga kita. Ajarkan hal-hal yang baik, hindari mabuk-mabukan, dan ciptakan lingkungan yang aman. Kalau daerah kita tidak aman, pembangunan dan kegiatan ekonomi akan sulit berkembang,” tegas Johni.
Mengakhiri kunjungannya, Wagub memberikan apresiasi mendalam kepada 103 penyuluh yang saat ini mengemban tugas mendampingi masyarakat tani di 18 kecamatan dan 175 desa/kelurahan se-Kabupaten Alor.
“Saya berterima kasih atas kerja keras Bapak dan Ibu dalam melayani masyarakat. Teruslah berkarya, dampingi para petani, dan juga bimbing keluarga serta anak-anak kita. Dengan tidak hanya menyuluhkan pertanian tetapi juga menyuluhkan kesehatan, kehidupan masa depan anak anak kita, dengan begitu kita telah membangun Alor menjadi lebih baik,” tutupnya. (*)
