JAKARTA — Dinamika politik dan keamanan dalam negeri hari ini berpusat di Istana Negara, Jakarta. Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 800 perwira tinggi (Pati) TNI dan Polri untuk memberikan taklimat khusus serta menyampaikan sejumlah pesan penting arah kebijakan pertahanan dan keamanan nasional secara langsung, Rabu (7/10/2026).
Agenda pertemuan skala besar di Istana ini berjalan bersamaan dengan mencuatnya isu pergantian di pucuk pimpinan tertinggi TNI di ruang publik. Menanggapi kabar burung tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, langsung memberikan klarifikasi resmi di Kompleks Parlemen, Senayan.
Dasco menegaskan bahwa hingga hari ini, DPR RI belum menerima Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Berdasarkan informasi internal yang diterimanya, Presiden Prabowo Subianto juga belum memiliki rencana terdekat untuk melakukan perombakan (reshuffle) pada posisi Panglima TNI.
"Hari ini saya sampaikan bahwa DPR RI belum menerima Surpres tentang pergantian Panglima TNI dan menurut informasi yang kami dapat, Presiden belum ada rencana demikian," ujar Dasco kepada awak media di Kompleks Parlemen, Rabu (7/10/2026).
Sementara itu dari ranah yudisial, Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini juga menggelar lanjutan sidang pengujian formil terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Perubahan Ketiga atas UU Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri).
Sidang perdana yang menyoal ketiadaan syarat harmonisasi melalui Baleg serta pemenuhan partisipasi publik yang bermakna (meaningful participation) tersebut mendengarkan keterangan ahli DPR. Tim ahli DPR menegaskan di hadapan majelis hakim bahwa draf revisi regulasi hukum tersebut telah disusun secara resmi dan terbuka. (*)
