KUPANG – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa visitasi lapangan yang dilakukan oleh Tim Visitasi Venue Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 menjadi momentum krusial bagi pemerintah daerah untuk berbenah. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan Kota Kupang sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan pesta olahraga multievent terbesar di Indonesia tersebut.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri jamuan makan malam bersama Tim Visitasi Venue PON 2028 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (15/10/2026). Jamuan tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno, S.IP., M.Si.; Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, S.H.; Ketua Pengurus Besar Perkemi NTT George M. Hadjoh; serta para pengurus cabang olahraga nasional dan daerah.
"Ini kesempatan bagi kami untuk berbenah. Dengan adanya Tim Visitasi ini, kami tahu mana yang kurang. Kami juga terbuka terhadap semua penilaian. Jangan ragu, jangan sungkan, karena kami ingin berbenah supaya nanti kami betul-betul siap menghadapi PON 2028," ujar dr. Christian.
Wali Kota menjelaskan, pihaknya akan memilah rekomendasi hasil peninjauan selama tiga hari tersebut. Kebutuhan sarana-prasarana yang masuk dalam kewenangan Pemerintah Provinsi NTT akan segera diteruskan ke Gubernur NTT. Sementara itu, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen penuh menindaklanjuti aspek penunjang yang menjadi kewenangan kota, seperti akses jalan raya dan fasilitas umum di sekitar area perlombaan.
Baginya, penyediaan fasilitas olahraga berstandar tinggi bukan sekadar pemenuhan infrastruktur fisik. Kebijakan ini merupakan bentuk penghormatan nyata terhadap kerja keras para atlet yang telah berlatih demi mengukir prestasi.
Pada kesempatan yang sama, Waketum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno mengapresiasi keterbukaan Pemkot Kupang. Ia menjelaskan, tim yang turun ke lapangan terdiri dari pengurus KONI Pusat dan delegasi teknis masing-masing induk cabang olahraga untuk melakukan penilaian sekaligus finalisasi lokasi pertandingan.
"Tidak mungkin kita melakukan PON mempertandingkan cabang-cabang olahraga dengan venue yang boleh dikatakan tidak standar," tegas Suwarno.
Suwarno memaparkan, peninjauan kelayakan ini tidak hanya berpusat di Kota Kupang, tetapi juga mencakup sejumlah wilayah lain di NTT. Beberapa di antaranya meliputi Rote untuk cabang selancar ombak, Labuan Bajo untuk layar, Alor untuk aeromodeling, Ende untuk arung jeram, serta kawasan Sumba dan kabupaten sekitarnya.
Selain standarisasi arena laga, KONI Pusat juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan akomodasi sejak dini. Berdasarkan proyeksi awal, ajang PON 2028 di NTT diperkirakan akan dihadiri oleh 5.000 hingga 6.000 atlet, dengan total rombongan ofisial dan pendukung mencapai 12.000 hingga 15.000 orang. Koordinasi berkala dengan sektor perhotelan dan layanan logistik sangat diperlukan agar perhelatan ini mampu menjadi salah satu penyelenggaraan PON terbaik.
