ZONAline
Memuat teks berita berjalan terbaru...
ZONALINE-NEWS

Sekda Alor: Ketahanan Pangan Harus Diperkuat, Jangan Hanya Bergantung pada Beras




KALABAHI - Pemerintah Kabupaten Alor melalui Dinas Pangan menggelar kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-46 Tahun 2026 di Kantor Dinas Pangan Kabupaten Alor, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini diisi dengan Gerakan Pangan Murah, promosi produk olahan pangan lokal oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyediaan pangan siap saji, serta penjualan sayuran segar hasil petani.

Dalam kegiatan tersebut, tersedia beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak dua ton serta minyak goreng sebanyak 120 liter. Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui diversifikasi atau penganekaragaman pangan lokal. Menurutnya, ketahanan pangan tidak boleh hanya berfokus pada beras, tetapi juga perlu didukung pengembangan potensi pangan lokal, seperti jagung dan ubi.


Melkisedek menilai pengembangan berbagai sumber pangan lokal perlu dilakukan secara bersama-sama untuk menjamin ketersediaan pangan di daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis bahan pangan.


Potensi pertanian lokal, lanjutnya, perlu terus dikembangkan agar dapat berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dan mendukung ketahanan pangan nasional.


Dinas Pangan Dorong Pengembangan Pangan Lokal

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pangan Kabupaten Alor, Marthen G. Moubeka, SH, menjelaskan bahwa program Dinas Pangan diarahkan untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan pengembangan potensi pangan lokal.


Menurut Marthen, pihaknya terus berupaya menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan dan mengembangkan pangan lokal. Selain mendorong promosi pangan lokal, Dinas Pangan juga memberikan pelayanan melalui Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.


Marthen turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perum Bulog atas dukungan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.


Ia menilai pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat merupakan hal penting karena berkaitan dengan kesejahteraan dan kesehatan. Karena itu, upaya menjaga ketersediaan serta keterjangkauan pangan perlu terus dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak.


UMKM dan Petani Tampilkan Produk Pangan Lokal

Peringatan HPS ke-46 Tahun 2026 juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM dan petani untuk memperkenalkan produk pangan kepada masyarakat.


Sejumlah UMKM menampilkan berbagai produk olahan berbahan pangan lokal. Selain itu, tersedia pangan siap saji dan produk pangan segar berupa sayuran yang disiapkan oleh petani.


Keterlibatan pelaku UMKM dan petani ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi pangan lokal sekaligus mendorong pemanfaatan produk yang dihasilkan di daerah sendiri.


Pengembangan produk pangan lokal diharapkan dapat memperluas pilihan konsumsi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan petani di Kabupaten Alor.


Hari Pangan Sedunia Jadi Momentum Penguatan Ketahanan Pangan

Hari Pangan Sedunia diperingati setiap 16 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya ketahanan pangan serta akses masyarakat terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi.


Bagi Kabupaten Alor, momentum tersebut relevan dengan upaya mengembangkan potensi pertanian dan pangan lokal, termasuk jagung dan ubi, serta memperkuat peran UMKM dan petani dalam penyediaan pangan.


Melalui Gerakan Pangan Murah dan promosi produk pangan lokal, pemerintah daerah diharapkan terus mendorong ketersediaan pangan yang terjangkau sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat.


Sinergi pemerintah daerah, Perum Bulog, pelaku UMKM, petani, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. (aty)