Keluarga korban meyakini, berdasarkan bukti-bukti di lapangan serta keterangan sejumlah saksi, bahwa Delvi dan Lucky bukan meninggal akibat kecelakaan tunggal, melainkan menjadi korban pembunuhan.
Namun, pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Kupang Kota masih berpegang pada kesimpulan awal bahwa insiden itu merupakan kecelakaan tunggal. Aparat kepolisian menyebut, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa tragis yang menewaskan kedua korban tersebut.
Kendati demikian, berbagai kejanggalan di sekitar lokasi TKP membuat publik dan keluarga bertanya-tanya. Apakah ada skenario lain yang belum terungkap di balik kematian Delvi Foes dan Lucky Sanu?
Keluarga berharap agar pihak kepolisian membuka kembali penyelidikan secara menyeluruh dan transparan, demi keadilan bagi kedua korban.(*)
