Kematian Lucky Sanu dan Delfi Foes: Saksi Ungkap Aksi Pembacokan Hingga Cungkil Mata Korban

ZONALINENEWS —KUPANG, - Kasus kematian tragis yang menimpa dua warga Kota Kupang , Lucky Sanu dan Delfi Foes, pada 9 Maret 2024, kembali mencuat setelah sejumlah saksi kunci memberikan kesaksian mengejutkan terkait malam berdarah di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang.


Dalam keterangan yang disampaikan oleh Ricard Sanu, Adik  dari  ayah korban Lucky Sanu, pada Sabtu malam, 1 November 2025, terungkap dugaan kuat adanya aksi pembunuhan sadis dan berencana terhadap kedua korban.


Ricard menjelaskan, sejumlah saksi keluarga yang turut memberikan keterangan antara lain Fijer Foes (ayah korban Delfi Foes), Dupsen Sanu, Sonia Banafanu (kakak kandung Lucky Sanu), Ricard Sanu, Yefta Alexander Sanu (Ian), Abdu Razak Gini (Opung), Renaldi (Rey), dan Sua Maima.


Sementara itu, dari pihak yang disebut berada di lokasi kejadian atau diduga terlibat langsung, disebut beberapa inisial seperti RK, SD, AM, PB, TO, NB, ISS, PF, VB, AL, RF, BL, dan JB.Beberapa nama lain, seperti JK, IN, CD, dan F, disebut oleh saksi namun belum diperiksa oleh pihak kepolisian.


Kronologi Menurut Rekaman CCTV


Menurut keterangan Ricard, rekaman CCTV menunjukkan bahwa peristiwa itu melibatkan sembilan sepeda motor, masing-masing berboncengan dua hingga tiga orang.Dalam rekaman, kedua korban tampak dikejar sejumlah pelaku dari arah SD Oesapa Barat dekat Kopi O menuju arah Taman Tagepe, Kelapa Lima

Sesampainya di simpang tiga SD Oesapa Barat, salah satu motor pelaku terlihat menendang motor yang ditumpangi Lucky dan Delfi, menyebabkan keduanya jatuh ke aspal. Rekaman CCTV dari toko bangunan di sekitar lokasi memperlihatkan momen jatuhnya korban pada pukul 02.49 WITA, dini hari 9 Maret 2024.


Aksi Brutal di Tengah Jalan

Berdasarkan kesaksian SD dan AM, tindakan kekerasan dimulai sejak kedua korban masih di atas motor.Disebutkan bahwa AL, yang mengendarai motor sambil membawa parang, menyerang kepala Lucky Sanu terlebih dahulu.


IS kemudian memukul Delfi menggunakan balok, namun korban masih sempat melaju hingga akhirnya RF melempari korban dengan botol air mineral.Tak lama kemudian, VB menendang motor korban hingga Lucky dan Delfi terjatuh. Lucky jatuh di sisi kiri jalan, sedangkan Delfi terhempas di tengah jalan.


Serangan Kedua: Cungkil Mata dan Aksi Selfie

Ricard menjelaskan bahwa setelah sempat berlalu, tiga motor pelaku berbalik arah setelah melihat Delfi masih merangkak mendekati Lucky.Saat kembali ke lokasi, IS merebut parang dari AL dan langsung menebas kepala Delfi sebanyak tiga kali, sambil mengucapkan kata-kata kasar.

Tak berhenti di situ, IS kemudian memaksa SD untuk ikut menebas korban, diikuti oleh AM yang juga menyerang kepala Delfi beberapa kali.


Pada saat bersamaan, kelompok lain yang terdiri dari JB, VB, AL, BL, dan RF mengerumuni Lucky yang sudah tak sadarkan diri, membolak-balik tubuh korban di jalanan dan mengiling tubuh korban dengan sepada motor.


Ricard mengungkapkan detail paling mengerikan:

“IS mencungkil bola mata kiri Delfi menggunakan parang, lalu berpose selfie sambil berkata ‘Ini l*nte pung mata’. Bola mata itu kemudian disimpan di saku motor sebelum akhirnya dibuang ke bawah jembatan Oesapa,” ungkapnya.


Upaya Menghilangkan Jejak

Usai melakukan aksi brutal tersebut, para pelaku disebut menuju kos milik RK di Oesapa Barat untuk beristirahat. Karena kamar terbatas, SD dan IS  memilih meninggalkan lokasi menuju rumah IS dan mencuci tubuh dan pakaian berlumuran darah, serta membersihkan parang yang digunakan dalam pembunuhan tersebut. Kemudian kedua menuju salah satu penginapaan di kota Kupang untuk beristirahat. 


Hingga kini, penyidik Polda NTT terus mendalami keterangan para saksi dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan saksi yang telah diperiksa polda NTT  diantaranya Saksi 1.Fijer Efesus Foes, ayah kandung almarhumah Delfi Foes.

Saksi 2.Richard Goudlif Sanu, yang dikenal sebagai adik  dari Ayah  almarhum Lucky Sanu.

Saksi 3 Dupsen Seprianus Sanu, ayah kandung almarhum Lucky Sanu.Saksi 4 Agnes Sisilia Sonya Banafanu, kakak kandung almarhum Lucky Sanu.(*)