Keluarga Tampilkan Bukti Kematian Delfi Foes dan Lucky Sanu: “Kami Yakin Mereka Dibunuh”


ZONALINENEWS–KOTA KUPANG, – Suasana duka menyelimuti kediaman almarhumah Delfi Foes di Kota Kupang pada Jumat (31/10/2025) malam. Sekitar pukul 18.00 WITA, keluarga besar Foes berkumpul di rumah duka, ditemani secangkir kopi hangat dan linangan air mata. Mereka menyambut sejumlah wartawan yang datang untuk menggali lebih dalam fakta di balik kematian tragis Delfi Foes dan Lucky Sanu pada 9 Maret 2024 lalu.


Kunjungan para wartawan itu dipicu oleh pernyataan mengejutkan Fijer Foes, ayah kandung almarhumah Delfi, dalam acara Aksi Seribu Lilin di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Oesapa Barat, Kamis (30/10/2025) malam. Saat itu, Fijer menegaskan bahwa kematian Delfi bukanlah kecelakaan lalu lintas tunggal, melainkan pembunuhan dengan motif cemburu.


Didorong rasa penasaran dan simpati, para jurnalis mendatangi rumah keluarga Foes untuk mendengar langsung kesaksian mereka. Dalam suasana penuh haru, Sofia Foes, kakak kandung almarhumah, dengan suara bergetar mengungkapkan bahwa keluarga memiliki bukti kuat yang menunjukkan adanya kejanggalan besar dalam kasus tersebut.


“Kami punya bukti—baik kondisi jasad saat di rumah sakit dan hasil otopsi, juga rekaman pengakuan dari terduga pelaku, saksi, bahkan rekaman CCTV di lokasi kejadian,” ungkap Sofia penuh emosi.


Sofia menuturkan, salah satu terduga pelaku berinisial SD pernah tinggal bersama keluarga mereka selama tujuh bulan. Dari penuturan SD, diketahui rangkaian peristiwa malam nahas itu bermula dari pertengkaran di Oebufu, berlanjut ke Alfamart TDM, kemudian terjadi penganiayaan di simpang tiga pohon duri Oesapa yang sempat dilerai warga. Puncaknya, kata Sofia, terjadi di Jalan Sam Ratulangi, Oesapa Barat, tempat Delfi dan Lucky ditemukan tak bernyawa.

Tragisnya, setelah kejadian itu, para terduga pelaku dan saksi sempat berfoto selfie bersama di ujung jembatan Oesapa jalan Timor Raya.

Keluarga besar Foes berharap penegak hukum segera membuka kembali kasus ini secara transparan dan menindak siapa pun yang terlibat.


“Kami hanya ingin keadilan untuk Delfi dan Lucky. Jangan biarkan kebenaran dikubur bersama mereka,” tutup Sofia dengan air mata.(*)