Kolhua, Maulafa, Kota Kupang — Senin malam, 15 Desember 2025, halaman SD Negeri Kuasaet menjadi saksi sebuah perpisahan yang tak sekadar seremoni, melainkan peristiwa penuh rasa dan kenangan. Sebanyak 103 siswa, para guru, serta orang tua murid berkumpul dalam balutan haru untuk melepas Kepala Sekolah SDN Kuasaet, Nono Tarsisius, yang akan mengakhiri masa pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil pada 1 Januari 2026.
Acara perpisahan diawali dengan misa syukur sebagai ungkapan terima kasih atas perjalanan panjang pengabdian sang pendidik. Doa-doa dipanjatkan, bukan hanya untuk masa purna bakti yang akan dijalani, tetapi juga untuk jejak kebaikan yang telah ditanamkan Nono Tarsisius selama 5 bertahun memimpin sekolah tersebut.
Suasana haru mencapai puncaknya ketika sebuah puisi dipersembahkan oleh perwakilan guru . Dengan iringan musik yang lembut dan kata-kata puitis yang menyentuh, puisi itu menggambarkan sosok Nono Tarsisius sebagai pemimpin yang sederhana, tegas, namun penuh kasih. Tangis pun pecah. Guru, murid, dan orang tua seolah tak rela melepaskan figur yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.
Dalam kepemimpinannya, Nono Tarsisius dikenal sebagai kepala sekolah yang membawa perubahan nyata. SDN Kuasaet yang dahulu berada dalam kondisi terbatas, perlahan bangkit menjadi sekolah yang layak dan nyaman. Gedung-gedung sekolah dibenahi, fasilitas pendidikan diperjuangkan, hingga lingkungan belajar menjadi lebih manusiawi dan bermartabat bagi anak-anak.
“Beliau bukan hanya kepala sekolah, tetapi orang tua bagi kami semua,” ungkap salah satu guru dengan suara bergetar. Kalimat itu seakan mewakili perasaan seluruh hadirin malam itu.
Di ujung pengabdiannya, Nono Tarsisius meninggalkan lebih dari sekadar bangunan fisik. Ia meninggalkan teladan, nilai, dan cinta pada dunia pendidikan. Malam perpisahan itu pun menjadi penanda: sebuah akhir dari masa tugas, namun awal dari warisan pengabdian yang akan terus hidup di SDN Kuasaet. (*)
