Kupang — Suasana haru menyelimuti acara perpisahan Kepala Sekolah SD Negeri Kuasaet, Nono Tarsisius, yang digelar di lingkungan sekolah, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada Senin, 15 Desember 2025. Acara tersebut dihadiri oleh para guru, orang tua siswa, komite sekolah, serta masyarakat sekitar.
Sekretaris Komite SD Negeri Kuasaet, Alfons The Jesus, dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk melihat perubahan besar yang telah terjadi di sekolah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kondisi sekolah saat ini sudah jauh lebih baik, dengan gedung-gedung yang layak dan pencahayaan yang memadai.
“Kalau kita lihat sekarang, gedung sekolah sudah bagus, lampu sudah terang di mana-mana. Dulu kondisinya sangat memprihatinkan, ruang kelas minim dan gelap gulita. Semua perubahan ini adalah buah perjuangan Bapak Nono Tarsisius,” ujarnya.
Atas capaian tersebut, Alfons menyampaikan apresiasi yang tinggi dan mengimbau warga agar tetap menyekolahkan anak-anak mereka di SD Negeri Kuasaet, tanpa harus menyekolahkan ke wilayah lain seperti Kolhua, Naimata, atau Liliba.
Sementara itu, Yolfina Bimusu, mewakili para guru, mengungkapkan bahwa pada tahun 2016 sekolah tersebut hampir ditutup karena berbagai keterbatasan. Namun melalui doa dan usaha bersama, harapan kembali tumbuh saat Nono Tarsisius ditugaskan memimpin sekolah tersebut pada tahun 2020.
“Beliau datang dalam kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan. Namun dengan ketekunan dan pengabdian, sekolah ini bangkit kembali. Terima kasih atas teladan yang telah diberikan kepada kami,” ucapnya, seraya menyampaikan permohonan maaf atas segala keterbatasan selama kebersamaan.
Acara perpisahan ini disebutkan sengaja dipersiapkan secara sederhana oleh panitia kecil tanpa sepengetahuan Kepala Sekolah, dan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata sebagai tanda kenangan.
Dalam sambutannya, Nono Tarsisius mengaku terharu dan tidak menyangka akan adanya acara perpisahan tersebut. Ia menceritakan awal penugasannya yang penuh tantangan, termasuk kondisi sekolah yang rusak dan sulit dijangkau.
“Saya sempat mengajak istri untuk survei lokasi sekolah ini lewat Google, bahkan sinyal pun terputus. Saat datang langsung, bangunannya panjang tapi keropos. Namun saya bertekad untuk bertahan sampai akhir,” tuturnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru, siswa, komite sekolah, dan orang tua yang telah bekerja sama selama kurang lebih lima tahun masa pengabdiannya. Menurutnya, antusiasme orang tua murid di SD Negeri Kuasaet sangat luar biasa, terutama dalam mendukung pembangunan sekolah, seperti saat pembangunan pagar sekolah yang langsung dikerjakan secara gotong royong.
Secara pribadi, Nono Tarsisius juga menyampaikan permohonan maaf kepada siswa, guru, dan orang tua atas segala tindakan maupun keputusan yang mungkin kurang berkenan selama masa kepemimpinannya. Ia berharap kepala sekolah yang baru dapat melanjutkan dan meningkatkan capaian yang telah ada.
“Terakhir, mari kita saling mendoakan untuk perjalanan hidup selanjutnya, agar kita semua selalu diberi kesehatan jasmani dan rohani,” pungkasnya. (*)
