Terakhir Terlihat Kenakan Sweater Biru, Fransiskus Asten Dilaporkan Hilang sebelum Ditemukan Tewas




Belu — Misteri kematian mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, Fransiskus Xaverius Asten, terus menyita perhatian publik. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat dilaporkan sebagai orang hilang oleh pihak keluarga ke Kepolisian Resor (Polres) Belu, Polda Nusa Tenggara Timur.




Polres Belu secara resmi menerbitkan Laporan Keterangan Orang Hilang atas nama Fransiskus Xaverius Asten dengan Nomor LP/B/117/XI/2025/SPKT/Polres Belu/Polda NTT. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa korban meninggalkan rumah sejak Kamis, 7 November 2025 sekitar pukul 18.55 WITA dan tidak kembali hingga keesokan harinya.



Berdasarkan data kepolisian, Fransiskus Xaverius Asten lahir di Kotawan, 3 Desember 1966, berusia 59 tahun, berjenis kelamin laki-laki, beragama Katolik, berpendidikan S1, dan berasal dari suku Tetun. Alamat tempat tinggal korban tercatat di Jalan Pemuda, RT 004/RW 002, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu.



Ciri-ciri fisik korban antara lain memiliki tinggi badan sekitar 168–170 cm, rambut berombak, mata bulat berwarna cokelat, kulit sawo matang, serta tanda khusus berupa jari kelingking kanan bengkok. Saat terakhir meninggalkan rumah, korban diketahui mengenakan jaket sweater warna biru dan celana pendek jeans.



Karena tidak kunjung kembali, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Polres Belu kemudian mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan korban untuk segera menghubungi pihak keluarga atau kepolisian melalui Call Center Polri 110.

Laporan orang hilang ini dibuat oleh Maximilianus Mario Taek dan disahkan oleh Kapolres Belu AKBP Matius Vamo Ama Bili, sebagai langkah resmi kepolisian dalam upaya pencarian.



Namun, harapan keluarga pupus setelah jenazah Fransiskus Xaverius Asten ditemukan pada Minggu, 9 November 2025. Korban ditemukan warga di sekitar jurang Sabanese, Jalan Trans Timor kilometer 6–8, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Penemuan dilaporkan sekitar pukul 10.00 WITA, dan identifikasi awal dilakukan langsung oleh pihak keluarga di lokasi kejadian.



Pasca penemuan, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Guna mengungkap penyebab pasti kematian, autopsi dilakukan pada 11 November 2025 di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua.(*)