Zonalinenews – SoE,- Kasus pembunuhan tragis yang menewaskan Jitro Nikodemus Bantaika (39), warga Oebone, RT 003 RW 001, Desa Toianas, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), masih menyisakan tanda tanya besar. Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 31 Desember 2025, itu kini menjadi sorotan publik dan memantik keberanian masyarakat untuk bersuara.
Kronologi kejadian yang dihimpun dari keluarga korban menyebutkan, pada 19 Desember 2025 sekitar pukul 16.00 WITA, korban berangkat dari rumahnya di Oebone menuju Puamate, Desa Lilo, Kecamatan Amanatun Utara, bersama anak laki-lakinya yang berusia 9 tahun. Selama di Puamate, korban bekerja sebagai kepala tukang pembangunan dua unit rumah.
Pada 30 Desember 2025 sekitar pukul 09.00 WITA, korban kembali ke Oebone menggunakan jasa ojek. Namun, tragedi terjadi dini hari. Sekitar pukul 01.56 WITA, keluarga menerima kabar bahwa korban mengalami luka potong dan telah dibawa ke fasilitas kesehatan.
Yang membuat publik terhenyak, dalam perjalanan rujukan menggunakan ambulans, korban masih sempat berbicara.“Saya tahu siapa yang potong saya,” ungkap korban, sebagaimana ditirukan pihak keluarga. Namun saat diminta menjelaskan lebih lanjut, korban hanya berkata, “Nanti baru saya beritahu,” sebelum akhirnya meninggal dunia.
Kalimat terakhir itulah yang kini menggema di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai, pernyataan korban merupakan petunjuk penting yang seharusnya tidak dibiarkan terkubur bersama jenazah.
Di lokasi kejadian, keluarga menemukan bercak darah, kursi plastik, dan sebilah pisau, yang semakin memperkuat dugaan adanya tindak pidana serius. Namun hingga kini, pelaku belum terungkap.
Kasus ini sedang ditangani Polsek Amanatun Utara, Polres TTS. Publik pun mulai angkat suara di ruang-ruang diskusi, termasuk media sosial, dengan satu harapan: kebenaran tidak dibungkam oleh rasa takut atau kedekatan sosial.
Redaksi Zonalinenews mengajak masyarakat yang mengetahui informasi, sekecil apa pun, untuk berani berbicara dan menyampaikan kepada pihak berwajib. Keberanian warga bisa menjadi kunci terungkapnya keadilan bagi korban dan keluarga.
Sumber berita MataTimor.com
Editor Tim Redaksi Zonalinenews
