Rapimwil dan Baitul Arkam Pemuda Muhammadiyah NTT Cetak Kader Berintegritas dan Visioner





KUPANG — Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Baitul Arkam Madya (BAM) bertema “Kemakmuran untuk Semua dari Nusa Tenggara Timur untuk Indonesia Berkemajuan” di Kupang pada 14–16 Mei 2026.


Kegiatan pembukaan berlangsung di Aula UM.Koe Universitas Muhammadiyah Kupang, Kamis (14/5/2026), dan dihadiri sejumlah tokoh nasional maupun daerah.


Ketua Panitia, Jailani Tong, dalam sambutannya berharap peserta Baitul Arkam mampu menjadi kader yang memiliki integritas tinggi.


“Teman-teman BAM yang mengikuti kegiatan ini minimal harus memiliki integritas. Kalau memiliki integritas, pasti akan dilirik banyak pihak, termasuk partai politik,” ujarnya.


Ia menjelaskan, Rapimwil dan BAM diikuti 24 peserta dari berbagai kabupaten di Provinsi NTT. Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir kader-kader Pemuda Muhammadiyah yang berkarakter kuat dan mampu menjadi pemimpin masa depan.


Sementara itu, Ketua PWPM NTT, Amir Imran Patiradja, mengatakan Rapimwil dilaksanakan untuk menyusun program kerja tingkat wilayah dengan melibatkan seluruh kader Pemuda Muhammadiyah dari kabupaten se-NTT.

Menurutnya, forum tersebut juga menjadi ruang evaluasi terhadap program yang sedang berjalan di tingkat wilayah.


“Baitul Arkam merupakan pengkaderan pimpinan di tingkat kabupaten. Ke depan, jika ingin menjadi pemimpin Muhammadiyah, maka harus melalui proses Baitul Arkam,” jelas Amir.


Ia menambahkan, tingginya partisipasi peserta dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) kabupaten se-NTT menunjukkan antusiasme kader dalam memperkuat organisasi dan kepemimpinan Muhammadiyah di daerah.


Selain Rapimwil dan BAM, PWPM NTT juga menggelar seminar yang menghadirkan Anggota DPR RI Ahmad Johan, Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah Najih Prastiyo, Kepala Kesbangpol Provinsi NTT Noldy H Pellokila, serta akademisi Dr Rudi Rahi yang mewakili Rektor Undana Kupang.


Dalam sambutannya, Najih Prastiyo menilai Universitas Muhammadiyah Kupang memiliki keunikan tersendiri karena sekitar 90 persen mahasiswanya berasal dari kalangan non-Muslim.


Ia menegaskan, tidak ada paksaan bagi mahasiswa untuk memeluk Islam ataupun menjadi Muhammadiyah. Menurutnya, yang dijunjung tinggi adalah moralitas, adab, dan penghormatan terhadap adat istiadat lokal.


“Di situlah letak Muhammadiyah di wilayah NTT, yakni menjunjung nilai toleransi dan kemanusiaan,” katanya.


Sementara itu, Kepala Kesbangpol Provinsi NTT, Noldy H. Pellokila, yang hadir mewakili Gubernur NTT memberikan apresiasi kepada PWPM NTT atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.


Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia, terutama dalam kontribusi di bidang pendidikan, ekonomi, dan penguatan kapasitas generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme.


Kegiatan Rapimwil dan BAM PWPM NTT tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kesbangpol Provinsi NTT mewakili Pemerintah Provinsi NTT. (*)