Polsek Sabu Barat Gerak Cepat Saat Mendengar Laporan Dugaan Kasus Penikaman Di Desa Raekore



 

Zonaline-news.com - Sabu Raijua - 30 Juni  2026 - Polsek Sabu Barat menunjukkan komitmen pelayanan prima dengan merespons cepat laporan dan pengaduan dari masyarakat. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Sabu Barat, AKP Muhammad Nawawi, S.H., aparat kepolisian langsung bergerak cepat turun ke lapangan sesaat setelah menerima laporan mengenai peristiwa penikaman di sebuah pesta pernikahan pada Senin (29/6/2026) malam.

 

Peristiwa tragis tersebut menimpa Yunus Hernimus Hebi Hira (30), warga Desa Delo, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Korban diduga ditikam oleh orang tidak dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam saat menghadiri pesta pernikahan di desa tetangga, yaitu RT.012 RW.006 Desa Raekore, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika korban tengah asyik menari dan bergoyang bersama para tamu undangan lainnya mengikuti irama musik. Namun di tengah kegembiraan tersebut, korban tiba-tiba berjalan menjauh dari kerumunan dengan kondisi sempoyongan sambil memegangi perutnya.

 

Saksi mata yang berada di lokasi melihat pakaian berwarna putih yang dikenakan korban saat itu telah berubah warna menjadi merah di bagian perut akibat bersimbah darah. Melihat kondisi tersebut, saksi yang menyadari korban terluka parah langsung bergegas memberikan pertolongan pertama. Korban kemudian dibaringkan di area pelaminan sembari menunggu bantuan medis. Sementara itu, motif di balik penikaman ini masih misteri dan tengah diselidiki mendalam oleh kepolisian.

 

Kapolsek Sabu Barat, AKP Muhammad Nawawi, S.H., menjelaskan bahwa begitu menerima pengaduan dari warga via telepon sekitar pukul 23.40 WITA, pihaknya tidak membuang waktu. Personel Polsek Sabu Barat langsung sigap bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Raekore sekaligus berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Sabu Raijua.

 

"Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung bergerak cepat ke lokasi. Saat dalam perjalanan menuju TKP, rombongan kami sempat berpapasan dengan sebuah mobil pikap yang sedang melarikan korban menuju RSUD Menia agar segera mendapatkan perawatan medis," ujar AKP Muhammad Nawawi.

 

Hanya dalam waktu singkat setelah laporan diterima, petugas kepolisian tiba di lokasi pesta pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 00.20 WITA untuk mengamankan situasi serta mencegah kepanikan meluas. Tak berselang lama, sekitar pukul 01.10 WITA, Tim Satreskrim Polres Sabu Raijua tiba di lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (Olah TKP).

 

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus bekerja keras untuk mengungkap tabir di balik kasus ini. Petugas aktif mengumpulkan berbagai barang bukti di sekitar lokasi kejadian serta menggali keterangan mendalam dari para saksi mata yang berada di lokasi pesta saat peristiwa berdarah itu terjadi. Upaya intensif ini dilakukan guna mengidentifikasi dan mengungkap secara jelas siapa sebenarnya pelaku di balik aksi penikaman tersebut.

 

Pihak keluarga korban telah mendatangi Mapolsek Sabu Barat pada Selasa (30/6) pukul 03.21 WITA untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi. Guna kelancaran proses hukum, Polsek Sabu Barat merekomendasikan pihak keluarga untuk langsung membuat Laporan Polisi (LP) di Mapolres Sabu Raijua agar perkara ini dapat ditangani secara terpadu bersama Satreskrim.

 

Hingga berita ini diturunkan, korban Yunus masih menjalani perawatan intensif di RSUD Menia. Sementara itu, berbekal hasil olah TKP, barang bukti, dan keterangan saksi yang terus dikumpulkan, aparat kepolisian optimis dapat segera meringkus pelaku penikaman tersebut.(*Rintho Djawa)