Kalabahi, - Rabu, 14 Januari 2025 Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Kabupaten Alor menggelar Rapat Kerja Tahun 2026 sebagai momentum evaluasi program dan konsolidasi organisasi usai pelaksanaan kegiatan sepak bola sepanjang Tahun 2025. Rapat kerja tersebut berlangsung di Aula Kopdit Citra Buana, Lipa, Selasa, 13 Januari 2026.
Rapat kerja ini dihadiri Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Alor Mahdi Dejan Ibrahim, SH., MH, jajaran pengurus, anggota komite, serta perwakilan anggota ASKAB PSSI Kabupaten Alor.
Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari laporan program kegiatan Tahun 2025, perubahan statuta, hingga penajaman arah program kerja Tahun 2026.
Sekretaris ASKAB PSSI Kabupaten Alor, M. Abidin Durupadang, S.Pd, dalam laporannya menyampaikan bahwa sepanjang Tahun 2025, ASKAB PSSI Alor tetap aktif menjalankan berbagai agenda pembinaan dan kompetisi meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, ASKAB PSSI Kabupaten Alor tetap menjalankan berbagai agenda pembinaan dan kompetisi sepanjang Tahun 2025 dengan mengandalkan pembiayaan mandiri. Kondisi tersebut menuntut organisasi untuk bekerja lebih keras, kreatif, serta tidak bergantung sepenuhnya pada dukungan pemerintah. Situasi ini menjadi catatan penting dalam rapat kerja agar ke depan ASKAB PSSI Alor dapat membuka sumber-sumber pendanaan alternatif demi menjaga keberlanjutan program sepak bola daerah.
Ia merinci, ASKAB PSSI Kabupaten Alor mengikuti Liga 4 ETMC Tahun 2025, mengirim Tim Tersampalor U-17 untuk mengikuti Turnamen Soeratim U-17 di Kupang, serta Tim Tersampalor U-15 yang berhasil meraih Juara III pada Turnamen Soeratim U-15 di Kupang Sementara itu, tim U-13 Kabupaten Alor sukses keluar sebagai Juara pada Turnamen Soeratim U-13 di Kupang.
Selain itu, tim sepak bola Kabupaten Alor juga ambil bagian dalam Turnamen Liga 4 ETMC 2025 di Ende dan mampu melaju hingga babak 16 besar.
Sementara itu, Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Alor Mahdi Dejan Ibrahim menegaskan bahwa rapat kerja menjadi ruang penting untuk memperkuat kebersamaan serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Ia mengakui bahwa persoalan anggaran masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan sepak bola daerah.
“Namun keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti. Kita harus terus bergerak, berpikir kreatif, dan membuka ruang kolaborasi agar sepak bola Alor tetap hidup dan berkembang,” tegas Mahdi.
Dalam rapat kerja tersebut, Ketua ASKAB PSSI Alor juga menyampaikan perubahan penting terkait Statuta PSSI, dari Statuta Tahun 2019 ke Statuta PSSI Tahun 2025. Salah satu perubahan utama adalah mekanisme pengangkatan Ketua ASKAB/ASKOT yang kini ditunjuk langsung oleh Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam kesempatan yang sama, ASKAB PSSI Kabupaten Alor menetapkan 13 klub sepak bola sebagai calon anggota ASKAB PSSI Kabupaten Alor. Klub-klub tersebut yakni Percela FC (Lelahomi), Fanating FC (Teluk Mutiara), Aibar FC (Aimoli Barat), Haley FC (Pailelang), SSB Tunas Harapan FC (Watatuku, Teluk Mutiara), Tunas Muda Baranusa FC (Baranusa), Putra Batulolong FC (Alor Selatan), Getir FC (Teluk Mutiara), Gerbang Barat FC (Teluk Mutiara), Mola FC (Teluk Mutiara), Padakika FC (Welai Timur), Pander FC, dan Sipkan
Penetapan calon anggota tersebut ditandai dengan penyerahan bola secara simbolis oleh Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Alor bersama jajaran pengurus kepada perwakilan ke-13 klub. Momen ini menjadi simbol komitmen ASKAB PSSI Kabupaten Alor dalam memperluas basis pembinaan, memperkuat struktur organisasi, serta mendorong geliat sepak bola di tingkat klub dan wilayah.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Alor secara resmi membuka Rapat Kerja ASKAB PSSI Kabupaten Alor Tahun 2026, sekaligus menegaskan komitmen organisasi untuk mempercepat pembinaan dan pengembangan sepak bola Kabupaten Alor di tahun mendatang. (*Aty)
