Kota Kupang – Pengurus Keluarga Besar Lamaholot (Kabela) Kupang mengadakan silaturahmi dengan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.00 Wita di Rumah Jabatan Wakil Gubernur NTT.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut dipimpin oleh Ketua Keluarga Besar Lamaholot (Kabela) Kupang, Don Arakian.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa Kebela Kupang telah melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) pada 24 Januari 2026.
Menurut Don Ara Kian, masing-masing watan mengutus 20 orang peserta, sementara setiap watan mengirimkan satu formatur. Dari lima formatur yang terbentuk, seluruhnya mencapai kesepakatan untuk menetapkan dirinya sebagai Ketua Kabela Kupang periode 2026–2031.
Pada pertemuan tersebut, Don Ara Kian juga meminta kesediaan Wakil Gubernur Johni Asadoma untuk menjadi Ketua Dewan Pembina Kebela. Ia turut menyampaikan rencana pelantikan pengurus Keluarga Besar Lamaholot Kupang yang akan digelar pada 11 April 2026 di GOR Flobamora Kupang serta rencana pengadaan Ambulance bagi orang lamaholat yang meninggal dan sakit.
Don menjelaskan bahwa semangat kebersamaan masyarakat Lamaholot kembali menguat pada Januari 2026, sehingga organisasi kembali disusun dengan kepengurusan yang mencerminkan keterwakilan Lamaholot di Kota Kupang.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Kabela Lukman Hakim memohon arahan dari Wakil Gubernur yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh Lamaholot.
Sementara itu, Wakil Ketua Ana Waha Kollin berharap Wagub dapat menjadi tempat meminta arahan apabila organisasi menghadapi hambatan dalam menjalankan program.
Wakil Gubernur Johni Asadoma menyambut baik kunjungan pengurus Kabela Kupang dan menyatakan kesediaannya menjadi Ketua Dewan Pembina. Ia menegaskan bahwa Kabela harus dijalankan dengan komitmen, disiplin, dan semangat kekeluargaan.
“Asosiasi ini harus dirawat. Jangan hanya ramai pada saat pelantikan, setelah itu hilang. Harus ada pertemuan rutin dan komitmen dari setiap pengurus,” ujarnya.
Wagub juga menekankan pentingnya pendataan anggota agar setiap masyarakat Lamaholot merasa menjadi bagian dari paguyuban tersebut.
Terkait pelantikan, Wagub mengingatkan pentingnya memilih lokasi yang sesuai dengan perkiraan jumlah anggota dan tamu. Ia juga menyarankan peninjauan ulang lokasi bila jumlah undangan diprediksi tidak sesuai kapasitas.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus Kabela Kupang dan Wagub turut membahas beberapa agenda dan program, antara lain:
Penyusunan buku sejarah Lamaholot, dengan melibatkan salah satj tokoh Lamaholot seperti Ismail Arakian dari Larantuka.
Wagub juga mengusulkan untuk rencana Festival Lamaholot, yang dinilai memiliki potensi besar untuk diajukan ke Kementerian Pariwisata.
Semntara terkait pengadaan mobil ambulans untuk kebutuhan warga Lamaholot di Kota Kupang. Wagub mendorong agar pengadaan dapat dilakukan melalui gotong royong karena keterbatasan anggaran pemerintah.
“Yang penting niatnya baik. Kalau kita gotong royong dan cerdas melihat peluang, pasti ada jalan,” kata Johni Asadoma.
Pertemuan ditutup dengan tekad bersama untuk memperkuat solidaritas Lamaholot di Kota Kupang
Hadir dalam dalam silaturahmi tersebut: Sekretaris Kabela : Lukman Hakim (watan Solor)
Bendahara: Daniel Tonu (watan Alor), Wakil Ketua I: Agus Ola Pau (Watan Solor), Wakil Ketua II: Ana Waha Kollin (watan Flores Timur Daratan), Bidang Hukum dan Advokasi: Hendrik Ara Maria
Komisi Sosial dan Persaudaraan: Beni Niron, Sipri Ritan
Bidang Humas dan Kemitraan: Gusti Brown dan Rusydi Maga
Bidang Budaya dan Pengembangan: Amir
Ketua Panitia Pelantikan Kabela : Sokan Taibang. (*)
