Zonalinenews - Sabu Raijua - 19 Februari 2026,- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali dikeluhkan warga Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini memicu antrean panjang di sejumlah SPBU dan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Seorang warga yang mengatasnamakan masyarakat, Ama Kola Raga, menyampaikan permohonan terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta Bupati Sabu Raijua Krisman Bernard Riwu Kore. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa penyampaian tersebut merupakan panggilan hati pribadi sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap situasi yang terjadi saat ini.
Ama Kola Raga menekankan bahwa permohonan ini tidak dilandasi unsur ketidaksukaan terhadap pemerintah. Ia menyatakan tetap menghargai dan menghormati para pemimpin, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Dalam keterangannya, ia menggambarkan kelangkaan Solar, Pertalite, dan minyak tanah yang dinilai semakin parah. Antrean kendaraan disebut kerap mengular hingga bahu jalan, sementara stok BBM di SPBU sering kali habis sebelum seluruh masyarakat terlayani.
“Kelangkaan ini bukan hanya melelahkan, tetapi sudah melumpuhkan sendi-sendi ekonomi kecil masyarakat,” ujarnya.
Dampak krisis BBM, lanjutnya, dirasakan luas oleh warga. Nelayan kesulitan melaut akibat keterbatasan bahan bakar, petani tidak dapat mengoperasikan mesin pompa air, dan pengusaha angkutan umum terpaksa menghentikan operasional. Situasi tersebut juga dinilai mengganggu pelayanan publik serta meningkatkan beban hidup masyarakat.
Melalui permohonan terbuka ini , masyarakat meminta pemerintah memastikan pasokan BBM yang konsisten dan sesuai kebutuhan riil di lapangan. Transparansi distribusi serta penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM subsidi turut menjadi sorotan.
Distribusi BBM yang adil hingga wilayah pelosok juga menjadi perhatian. Warga berharap pasokan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi merata ke seluruh desa.
Masyarakat Sabu Raijua berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan tersebut. Selain itu, warga meminta adanya sosialisasi terbuka agar masyarakat memperoleh kepastian informasi terkait pasokan dan mekanisme distribusi BBM di daerah.(*RINTHO DJAWA)
