Saudara-saudariku, Warga Kota Kupang Matahari akan terbenam di ufuk Timor dengan membawa sebuah luka yang tak tertanggungkan. Kita semua kehilangan seorang anak, seorang adik, seorang masa depan bangsa: Yohanes Bastian Roja.
Dunia mungkin melangkah maju dengan teknologi, namun di tanah kita sendiri, seorang anak harus meregang nyawa hanya karena beban yang seharusnya tidak ia panggul sendirian. Ia pergi karena rasa sakit yang menyesakkan—bukan karena penyakit raga yang tak terobati, melainkan karena rasa putus asa akibat tidak mampu membeli sebatang pena dan selembar buku.
Buku dan pena yang bagi kita mungkin sekadar benda kecil, bagi Bastian adalah mimpi yang terenggut. Kematiannya adalah tamparan keras bagi nurani kita semua. Ini bukan sekadar berita duka; ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan di depan mata kita.
Kita semua bersalah. Kita semua berhutang maaf pada Bastian.
Oleh karena itu, kami mengundang seluruh warga Kota Kupang tanpa terkecuali—tanpa memandang suku, agama, atau golongan—untuk hadir dalam:
🕯️ AKSI DAMAI & DOA BERSAMA: 1000 LILIN UNTUK BASTIAN
📅 Waktu: Sabtu 7 Februari 2026
⏰ Pukul: 17.00 WITA – 20.00 WITA
📍 Lokasi: Bundaran TIROSA, Kota Kupang
🕯️ Catatan: Mohon membawa lilin masing-masing dari rumah.
Mari kita tundukkan kepala sejenak. Biarkan cahaya lilin kita membelah kegelapan di Bundaran Tirosa, sebagai simbol bahwa kita tidak ingin ada lagi "Bastian-Bastian" lain yang mimpinya mati karena kemiskinan.
Aksi ini adalah bentuk Permintaan Maaf Kolektif dari kita, rakyat NTT. Kita ingin berkata pada Bastian di keabadian: "Maafkan kami, Nak. Kami terlambat merangkulmu. Kami terlalu sibuk dengan urusan kami hingga lupa ada sesama yang sedang sekarat karena harga diri dan mimpi yang tak terbeli."
Datanglah dengan kasih. Datanglah dengan penyesalan yang jujur. Mari kita pastikan cahaya dari Kupang malam itu cukup terang untuk menghangatkan jiwa Bastian di surga.
Sampai jumpa di Bundaran Tirosa. Untuk Bastian.
