Zonalinenews - Kalabahi, Sabtu,14 Februari 2026 . Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Alor melaksanakan ujian praktik Seni Budaya bagi siswa kelas XII pada Kamis, 12 Februari 2024. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian evaluasi akhir pembelajaran yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter serta penguatan identitas budaya generasi
Pengajar MAN 1 Alor, Mu’min Boli, kepada Zonalinenews.com Kamis, (12/02) menjelaskan bahwa ujian praktik dilaksanakan secara bertahap selama beberapa hari dengan berbagai bidang yang diujikan.
“Hari pertama dimulai dengan Ujian Praktik Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Hari kedua Ujian Praktik Shalat Subuh sebagai bagian dari pembinaan spiritual siswa. Hari ketiga Ujian Praktik Elektronika, Informatika, dan Multimedia. Hari keempat barulah Ujian Praktik Seni Budaya,” jelasnya.
Menurut Mu’min, khusus pada ujian praktik Seni
Budaya, siswa diarahkan untuk menampilkan kebudayaan lokal yang mulai jarang dipraktikkan di tengah masyarakat.
“Hari ini anak-anak kelas XII menampilkan kebudayaan lokal. Budaya-budaya yang mulai jarang dipraktikkan, kami hidupkan kembali melalui kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dalam satu kelas yang berjumlah 35 siswa dengan latar belakang budaya dan suku yang beragam, seluruh siswa tetap sepakat menampilkan tarian dan seni budaya daerah sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan leluhur.
“Keberagaman itu justru menjadi kekuatan. Budaya adalah milik bersama. Mereka belajar untuk saling menghargai dan bersama-sama merawat identitas daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mu’min menegaskan pentingnya membentengi generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi. Menurutnya, arus budaya luar tidak bisa dihindari, namun harus disikapi secara bijak.
“Globalisasi tidak bisa kita tolak. Namun jangan sampai anak-anak kehilangan jati diri. Karena itu kami mendorong praktik langsung, bukan hanya teori. Dengan praktik, mereka mengalami sendiri nilai-nilai budaya yang diwariskan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tantangan era digital saat ini, di mana akses informasi begitu cepat dan terbuka. Kondisi tersebut, kata dia, dapat membawa dampak positif maupun negatif bagi perkembangan siswa jika tidak dibarengi dengan pendampingan yang tepat.
“Di era digital, informasi begitu instan dan tidak terbatas. Di sinilah peran sekolah sangat penting untuk membimbing dan membentuk karakter siswa agar tetap berakar pada budaya sendiri,” ungkapnya.
Sebagai penutup rangkaian ujian praktik, Sabtu 14/02/2024 menjadi hari terakhir dengan pelaksanaan Ujian Praktik Muatan Lokal, yakni praktik memasak. Dalam kegiatan tersebut, siswa menyajikan makanan khas daerah Alor sebagai bentuk pelestarian kuliner tradisional.
“Melalui praktik memasak ini, kami ingin anak-anak mengenal dan mencintai makanan lokal daerahnya sendiri. Ini juga bagian dari menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman,” pungkas Mu’min Boli.
Rangkaian ujian praktik ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik semata, tetapi juga membentuk generasi yang sehat, berkarakter, terampil, serta bangga terhadap budaya dan kearifan lokal daerahnya.(#Aty)
