APJATI NTT Rilis Film Dokumenter Perempuan Pahlawan Devisa Edukasi PMI Resmi




Kupang, 28 Maret 2026 — Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Jhon Salmon Saragih, menyampaikan bahwa APJATI NTT akan merilis film dokumenter berjudul Perempuan Pahlawan Devisa. Film ini bertujuan mengangkat peran penting Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya perempuan, sebagai penyumbang devisa negara sekaligus tulang punggung keluarga.


Dalam jumpa pers yang digelar Sabtu (28/3/2026) di Kantor APJATI NTT, Jhon menjelaskan bahwa film tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga edukasi bagi masyarakat terkait proses resmi pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri.


“Fakta riil bagaimana proses awal berangkat, penempatan di luar negeri, bekerja hingga pulang ke kampung halaman, semuanya bisa disaksikan dalam film ini,” ungkapnya.


Menurut Jhon, peluncuran film ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat, pemerintah, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk melihat secara objektif persoalan PMI di NTT. Ia menilai stigma yang menyebut NTT sebagai penyumbang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tidak sepenuhnya benar.


“Pemberangkatan secara resmi telah diatur sesuai undang-undang dan peraturan daerah. Melalui film ini, kami ingin menunjukkan proses yang transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.


Film dokumenter tersebut juga akan mengulas berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki dalam sistem penempatan PMI, sehingga dapat menjadi barometer dalam meningkatkan kualitas perlindungan dan tata kelola tenaga kerja Indonesia di luar negeri.


Lebih lanjut, Jhon berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi dan seluruh stakeholder untuk bersama-sama menuntaskan persoalan human trafficking, khususnya praktik pemberangkatan PMI secara ilegal.


“Hal ini membutuhkan sosialisasi yang masif dari pemerintah dan pihak terkait,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Pembuatan Film, Petrus David Frans, menyampaikan bahwa persepsi negatif masyarakat terhadap perusahaan penempatan PMI perlu diluruskan.


Ia menegaskan bahwa berdasarkan pernyataan pemerintah melalui BP3MI, PMI merupakan penyumbang devisa terbesar kedua bagi negara setelah sektor migas.


“Anggapan miring terhadap PMI harus diimbangi dengan fakta bahwa kontribusi mereka bagi negara sangat besar, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan perhatian yang optimal dari pemerintah,” ujarnya.


Melalui film Perempuan Pahlawan Devisa, Petrus berharap stigma negatif terhadap PMI dapat berkurang dan masyarakat semakin memahami pentingnya jalur resmi dalam bekerja ke luar negeri. (*)