Kupang - Hasil pengamatan hilal Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terlihat disebabkan cuaca hujan dan berawan. Ketinggian Hilal hanya 1 koma 2 derajat akibat cuaca berawan. Sehingga pengamatan Hilal juga tidak dapat dilakukan oleh tim dari BMKG Kupang bersama Tim Rukyat dari Kantor Wilayah Kemenrian Agama Provinsi NTT.
Akibat cuaca mendung disertai hujan, tim pemantau hilal dari Kantor BMKG Stasiun Geofisika Kelas Satu Kupang, bersama Tim Rukyat dari Kantor Wilayah Kementrian Agama NTT, tidak dapat melakukan pengamatan terkendala cuaca.
Berdasarkan data pengamatan dari BKMG Stasiun Geofisika Kupang, Ketinggian hilal hanya 1 koma 2 derajat dengan elongasi 4,5 derajat. Sementara standar hilal terlihat minimal diatas 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. Dengan demikian disimpulkan Hilal tak terlihat di Kupang, NTT.
Hasil ini pun selanjutnya dituangkan dalam putusan yang oleh hakim pengadilan agama yang juga turut hadir dalam proses pemantauan hilal ini.
Plt Kabid Haji Dan Bimas Islam Kanwol Kemenag NTT, H. Achmad Alkatiri mengatakan, pengamatan Hilal tidak dapat terlihat.
"Pengamatan Hilal hari ini tidak terlihat karena disebabkan beberapa faktor cuaca dan alam yang tidak memungkinkan dan ketinggian Hilal belum mencapai," ungkap H. Achmad Alkatiri usai sidang pengamaran Hilal Bulan Syawal 1447 H, Kamis (19/3/2026) di BMKG NTT.
Menurutnya, di NTT Kementrian Agama melakukan pemantauan Hilal hanya ada di 1 titik.
"Di NTT pemantauan Hilal cuma 1 titik di Kota Kupang," ungkap H. Achmad.
