Buka Hardiknas 2026, Wagub NTT Serukan Perdamaian dan Keamanan di Alor





Zonaline-news.com - Kalabahi Rabu, 29 April 2026. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menyerukan pentingnya menjaga perdamaian dan keamanan di Kabupaten Alor, khususnya di kalangan generasi muda.

Seruan tersebut disampaikan saat membuka Festival Seni Gebyar SMA/SMK/SLB dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2026 yang berlangsung di Lapangan Mini Kalabahi, Selasa (28/4/2026).


Dalam sambutannya, Johni Asadoma menyoroti masih terjadinya konflik antar kampung yang dinilai dapat menghambat kemajuan daerah. Ia mengajak generasi muda untuk meninggalkan praktik kekerasan dan mulai fokus pada hal-hal yang lebih produktif demi masa depan Alor yang damai dan maju.


“Mari kita mulai fokus membangun masa depan daerah yang damai dan maju,” ujarnya.


Menurutnya, Kabupaten Alor saat ini tengah mengalami perkembangan, terutama di sektor pariwisata yang mulai dikenal hingga tingkat internasional. Namun, kondisi tersebut sangat bergantung pada situasi keamanan yang kondusif.


Ia mengingatkan bahwa jika keamanan tidak terjaga, maka akan berdampak pada menurunnya minat wisatawan untuk berkunjung, yang pada akhirnya merugikan perekonomian daerah.


“Kalau daerah ini tidak aman, wisatawan takut berkunjung dan itu merugikan kita semua,” tegasnya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sektor pariwisata memiliki dampak luas terhadap berbagai bidang, seperti perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pengembangan produk lokal seperti tenun ikat. Pendapatan dari sektor tersebut, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Mantan Kapolda NTT itu juga menegaskan bahwa faktor keamanan merupakan kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah. Ia mengingatkan bahwa konflik sosial yang terus terjadi berpotensi membuat Alor tertinggal dan kehilangan peluang untuk berkembang.


Selain itu, Johni Asadoma mendorong para pelajar untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi era global, khususnya dalam mendukung sektor pariwisata yang berhadapan langsung dengan wisatawan mancanegara.


Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membina dan mengawasi anak-anak agar tidak terlibat dalam tindakan negatif, termasuk perkelahian.


“Kalau ada masalah, jangan diselesaikan dengan kekerasan. Tinggalkan budaya perang. Kalau merasa jago, salurkan di tempat yang benar seperti olahraga,” pesannya.


Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, memperkuat toleransi, serta membangun citra Alor sebagai daerah yang aman, damai, dan membanggakan di NTT.(#Aty)