Zonaline-news.com - Kalabahi Rabu, 29 April 2026. Pemerintah Kabupaten Alor melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar berbagai lomba literasi sebagai upaya mendorong generasi muda kembali mencintai buku di tengah maraknya penggunaan gadget.
Meningkatnya penggunaan gadget di kalangan pelajar yang tidak selalu menunjang proses pendidikan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Alor. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, berbagai program literasi digulirkan untuk mengajak anak-anak kembali membudayakan membaca.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Alor, Ridwan Iho, S.Sos, menyampaikan bahwa fenomena anak didik yang mulai meninggalkan buku menjadi salah satu latar belakang utama penyelenggaraan kegiatan literasi tahun 2026.
“Anak-anak sekarang lebih banyak menggunakan HP atau gadget untuk hal-hal yang kurang menunjang pendidikan. Karena itu, kita dorong kembali ke buku, kembali ke literasi sebagai kunci meraih masa depan,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyelenggarakan sejumlah lomba, di antaranya Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, lomba resensi buku, serta lomba konten video literasi.
Lomba bertutur tingkat SD/MI dilaksanakan pada 28–29 April 2026 di Kalabahi dan diikuti peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Alor. Peserta berasal dari sejumlah wilayah seperti Pulau Pantar, Alor Timur, Alor Timur Laut hingga Alor Barat Daya.
“Peserta tidak dibatasi per kecamatan, tetapi berasal dari sekolah-sekolah yang mewakili Kabupaten Alor secara umum,” jelasnya.
Selain itu, lomba konten video literasi digelar pada 18 April 2026 dengan jumlah peserta 50 orang dari kalangan umum usia 17 hingga 35 tahun, termasuk siswa, guru, dan pegiat literasi. Sementara lomba resensi buku dilaksanakan pada 20 April 2026 dengan jumlah peserta 50 siswa dari jenjang SMP dan SMA.
Dalam proses penilaian, panitia melibatkan dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan yang dinilai memiliki kompetensi di bidangnya. Untuk lomba resensi buku, juri berasal dari dosen dan tenaga pendidik, di antaranya Yafet Maro dan Abdul Rahman Saleh, serta dosen dari Universitas Tribuana Kalabahi dan STIKIP Muhammadiyah Alor.
Sementara pada lomba konten video literasi, penilaian dilakukan oleh tenaga yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi dan pembuatan konten edukatif. Adapun dewan juri lomba bertutur juga berasal dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan yang berpengalaman.
i
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Alor berharap dapat meningkatkan minat baca masyarakat serta membentuk generasi muda yang berkualitas.
“Kita ingin masyarakat Alor semakin melek membaca dan generasi muda ke depan mampu menjadi generasi yang siap menyongsong masa depan,” ungkap Ridwan Iho.
Ia menambahkan, kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan, dengan catatan dukungan anggaran tetap tersedia, baik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik maupun APBD.
Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Dalam pelaksanaannya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya Dinas Pendidikan serta rencana kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan
.“Kita butuh sinergi lintas OPD agar program literasi ini berjalan optimal dan memberi dampak luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan indeks literasi sebagaimana tertuang dalam rencana pembangunan daerah.(#Aty)
