Lembaga Adat Menia Gelar Ritual Hole wilayah Adat dan Pelantikan Mone Ama Rai Menia



 

Zonalinenews - Sabu Raijua, -14 April 2026 – Lembaga Adat Menia yang adalah Suku Kekoro beserta kerogo Melagu, kerogo Lokoae dan kerogo Raepudi resmi menggelar acara adat bergengsi di lokasi Dara Rae Kekoro, Senin (13/4). Acara yang dimulai pukul 11.00 WITA ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk meresapi nilai-nilai luhur serta melestarikan tradisi leluhur dan kepercayaan lokal yang masih terjaga hingga kini.

 

Kegiatan inti berpusat pada pelaksanaan Ritual Hole, upacara tahunan yang dianggap paling sakral bagi masyarakat Sabu Raijua. Ritual ini merupakan wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta dan alam semesta atas limpahan hasil bumi, sekaligus memohon keberkahan, keselamatan, dan kemakmuran bagi seluruh warga.

 

Salah satu momen puncak yang sarat makna adalah ketoa kedue hole ini dimaknai sebagai penyerahan sesaji sebagian rezeki kepada alam demi menjaga keseimbangan kehidupan.

 

Selain ritual syukur, suasana acara juga dipenuhi rasa hormat dan khidmat menyambut momen Pelantikan Deo Rai Menia beserta para mone ama lainnya. Deo Rai adalah sosok pemangku adat yang dihormati sebagai pemimpin spiritual dan budaya, yang bertugas menjaga tatanan kehidupan, hukum adat, serta keseimbangan hubungan antara manusia, alam dan pencipta. 

 

Prosesi pengukuhan Mone Ama Rai Menia ditandai duduknya para mone ama di atas batu sakral serta  penandatanganan berita acara pengukuhan  oleh perwakilan setiap Kerogo dan Kepala Suku Kekoro, Bapak Markus Dodo di hadapan Keluarga Besar Lembaga Adat Menia. 

 

Acara ini turut dimeriahkan oleh kehadiran berbagai pihak penting, mulai dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kesbangpol,, hingga Kepala Desa Raeloro, dan pihak kepolisian  Polres Sabu Raijua, Lembaga Adat Liae  Bangngu Udu Gopo Ama Rohi Haba pimpinan Organisasi Kepercayaan Jingitiu Ama Dope Mira Dara serta para kepala suku lainnya.

 

Kehadiran para tamu kehormatan ini diharapkan dapat semakin mempererat silaturahmi antarinstansi dan masyarakat, serta memastikan warisan budaya Indonesia tetap kokoh, lestari, dan tak lekang oleh waktu.(*)