Zonalinenews.com - Kalabahi Selasa 21 April 2026. Pangdam IX/Udayana, Piek Budyakto, melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi rencana pembangunan jembatan penghubung Desa Welai Selatan dan Desa Tominuku, Kabupaten Alor, Senin (20/4/2026).
Kunjungan kerja tersebut turut didampingi Dandim 1622/Alor Letkol Czi Arya Darma, S.T., bersama jajaran, Asisten III Setda Alor Marthen Maubeka, serta unsur pemerintah setempat.
Peninjauan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Maruli Simanjuntak, sebagai upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah dengan keterbatasan akses.
Selain pembangunan jembatan, program tersebut juga mencakup berbagai kegiatan lain seperti pembangunan sumur bor, perbaikan rumah ibadah, rehabilitasi rumah tidak layak huni, renovasi sekolah, hingga peningkatan jalan melalui rabat beton.
Pangdam IX/Udayana menyampaikan bahwa Kabupaten Alor menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan dalam program tersebut karena masih membutuhkan penguatan infrastruktur dasar.
“Kita mengusulkan Alor ini karena secara data daerah ini perlu sekali untuk dilakukan peningkatan infrastruktur, terutama program strategis nasional tentang jembatan,” ujar Piek Budyakto.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus langkah konkret dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
“Dengan semangat gotong royong, keberadaan jembatan ini nantinya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah,” tambahnya.
Hingga saat ini, akses penghubung antara Desa Welai Selatan dan Desa Tominuku belum dilengkapi jembatan. Warga masih harus menyeberangi kali secara langsung untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Hasil pemantauan langsung Zonalinenews.com pada saat pulang sekolah menunjukkan sedikitnya 12 anak berseragam SD dan SMP harus melepas sepatu dan menyeberangi kali karena belum adanya jembatan penghubung.
Kondisi tersebut telah berlangsung sejak pascabencana Siklon Tropis Seroja pada tahun 2021 yang merusak sejumlah infrastruktur di wilayah tersebut.
Situasi ini menjadi kendala bagi masyarakat, terutama dalam mendukung akses pendidikan dan mobilitas harian warga.
Infrastruktur Rusak, Pertanian Terdampak
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Welai Selatan, Cristofel Manilehi, mengungkapkan bahwa sektor pertanian di wilayahnya mengalami kemunduran akibat kerusakan infrastruktur sejak bencana Seroja.
“Sejak zaman orang tua kami, lahan ini sudah dimanfaatkan. Bahkan padi sawah di Desa Welai Selatan dan Desa Tominuku pernah berkembang dengan baik. Namun sejak tahun 2021, akibat bencana Seroja, banyak infrastruktur rusak, terutama bendungan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pertanian terhenti dan sebagian masyarakat beralih profesi.
“Akibatnya, lahan-lahan tidak lagi terkelola. Ini menjadi kendala besar bagi kami. Selama ini juga belum ada perhatian maksimal, sehingga kami hanya berjalan dengan keterbatasan yang ada,” lanjutnya.
Selain itu, ketiadaan jembatan juga menjadi persoalan yang terus dihadapi masyarakat, khususnya saat musim hujan.
“Kami setiap tahun berusaha memperbaiki secara swadaya, tetapi belum pernah ada penanganan serius karena keterbatasan anggaran,” katanya.
Ia mengaku bersyukur atas kehadiran Pangdam dan rombongan yang turun langsung melihat kondisi di lapangan.
“Kami sangat bersyukur dan tidak menyangka atas kehadiran Bapak Pangdam. Selama ini kami hanya bisa pasrah karena disebut membutuhkan biaya besar,” ujarnya.
Cristofel juga menyampaikan kebanggaan terhadap generasi muda desa yang mulai bergabung dengan TNI.
“Puji Tuhan, sampai saat ini sudah ada enam orang anak dari Desa Welai Selatan yang menjadi tentara. Lima sudah selesai pendidikan dan satu masih menjalani pendidikan di Bali,” tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, KSAD, Pangdam IX/Udayana, Dandim 1622/Alor, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat.
“Kami berharap kehadiran ini membawa perubahan nyata, terutama dalam pembangunan jembatan dan infrastruktur lainnya di wilayah kami,” tutupnya.
Program Masuk Tahap Pelaksanaan
Dalam keterangannya kepada media, Pangdam IX/Udayana menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan dan bukan sekadar rencana.
“Kegiatan ini merupakan bentuk karya bakti di luar program rutin TMMD. Ini perhatian khusus dari pimpinan karena melihat kebutuhan riil masyarakat,” ungkapnya.
Ia memastikan bahwa persiapan telah dilakukan oleh jajaran Kodim 1622/Alor dan akan segera dilaporkan ke pimpinan untuk percepatan realisasi.
“Ini bukan lagi tahap wacana, tetapi sudah masuk tahap kerja nyata,” tegasnya.
Pangdam berharap kehadiran TNI dapat mendorong semangat gotong royong masyarakat dalam membangun daerah.
“Kami ingin masyarakat semakin semangat membangun wilayahnya. Kita gotong royong agar Alor menjadi lebih baik,” pungkasnya.(#Aty)
