ZONALINENEWS,- SABU RAIJUA, 24 April 2026 – Suasana khidmat dan tertib tergambar di Aula Kantor Desa Raeloro dan Kantor Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (23/4/2026) pukul 08.00 WITA.
Di kedua lokasi tersebut, pemerintah secara resmi menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah dan bantuan pangan Tahun 2026, dengan alokasi anggaran yang ditujukan untuk kebutuhan bulan Februari dan Maret.
Kegiatan penyaluran ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah setempat, yakni Kepala Desa beserta seluruh perangkat Desa Raeloro dan Raenyale. Keamanan dan kelancaran proses penyaluran juga terjamin berkat kehadiran aparat keamanan, yaitu Bhabinkamtibmas kedua desa tersebut, BRIPKA Sugito. Tak ketinggalan, ratusan warga penerima manfaat hadir dengan tertib untuk menerima bantuan yang telah disiapkan pemerintah.
Rincian Setiap desa mendapatkan alokasi bantuan yang disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat, dengan rincian sebagai berikut:
Desa Raeloro
- Jumlah penerima: 354 orang
- Total beras yang disalurkan: 7.080 kilogram*
- Total minyak goreng yang disalurkan: 1.416 liter
Desa Raenyale
- Jumlah penerima: 422 orang
- Total beras yang disalurkan: 8.440 kilogram*
- Total minyak goreng yang disalurkan: 1.688 liter
Setiap penerima manfaat mendapatkan jatah yang sama, yaitu 20 kilogram beras jenis Medium dan 4 liter minyak goreng merek Minyak Kita. “Besaran alokasi ini telah disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga serta mengacu pada ketentuan program bantuan pangan nasional,” ujar BRIPKA Sugito.
Penyelenggaraan program bantuan pangan ini memiliki tujuan yang bersifat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Secara utama, bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin, sekaligus membantu menstabilkan harga bahan pokok di pasar lokal.
Lebih dari itu, program ini juga berperan penting dalam menangani kerawanan pangan yang kerap dihadapi masyarakat di daerah kepulauan seperti Sabu Raijua. Bantuan pangan ini juga difungsikan sebagai jaring pengaman sosial, upaya penanggulangan stunting, serta stimulus untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Sepanjang pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian proses penyaluran berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Para panitia telah menyiapkan sistem antrian dan verifikasi data yang terstruktur sehingga tidak terjadi penumpukan maupun kendala yang berarti.
Warga penerima manfaat pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah yang terus hadir membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan tersalurkannya bantuan ini, diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga penerima manfaat, serta mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik di wilayah Kabupaten Sabu Raijua" Tutup Sugito (*RINTHO DJAWA)
