Ketua IKIF Desak Polres Kupang Kota Usut Tuntas Kematian Mahasiswa UPG, Yerdi Baikliu






Kota Kupang – Ketua Umum Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF), Marsel Nomeni, mendesak pihak kepolisian, khususnya Polres Kupang Kota, untuk mengusut tuntas kasus meninggalnya almarhum Yerdi Baikliu yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada 9 Mei 2026.


Desakan tersebut disampaikan Marsel Nomeni usai bertemu langsung dengan keluarga korban di Kota Kupang. Dalam pertemuan itu, Marsel mengaku merasakan kesedihan mendalam yang dialami keluarga korban, terutama saat mendengar langsung keluhan orang tua korban yang menyampaikan harapan agar kasus tersebut segera mendapat kejelasan hukum.


“Saya selaku mahasiswa sekaligus Ketua IKIF merasakan kesedihan yang hari ini dialami orang tua korban. Saat bertemu, mereka menyampaikan keluhan sambil meneteskan air mata. Saya merasa terganggu dan sedih mendengar persoalan ini,” ujar Marsel Nomeni.


Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, kakak kandung korban sebelumnya telah melakukan audiensi dengan pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut. Namun hingga kini, keluarga menilai belum ada hasil yang memuaskan karena proses penanganan masih disebut dalam tahap koordinasi.


Marsel meminta aparat kepolisian untuk serius dan profesional dalam menangani perkara tersebut. Menurutnya, keluarga korban masih bertahan di Kota Kupang demi mendapatkan keadilan atas meninggalnya Yerdi Baikliu.


“Saya meminta aparat kepolisian agar serius dalam mengatasi kasus ini. Jangan main-main dalam menangani persoalan yang menyangkut nyawa seseorang. Di mana hati nurani dan kemanusiaan aparat yang menangani kasus ini,” tegasnya.


Ia juga menyoroti lambatnya proses penanganan kasus yang dinilai belum memberikan kepastian kepada keluarga maupun masyarakat.


“Kasus ini sudah hampir tiga minggu, tetapi sampai hari ini belum ada kejelasan yang didapat keluarga korban maupun masyarakat pada umumnya,” katanya.


Selain itu, Marsel menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam kasus tersebut, termasuk adanya luka-luka pada tubuh korban. Ia juga mengungkapkan bahwa di lokasi kos korban terdapat kamera pengawas atau CCTV yang seharusnya dapat membantu aparat kepolisian mengungkap penyebab kematian korban secara lebih cepat.


“Hari ini yang kita ketahui bersama ada banyak kejanggalan dan luka-luka di tubuh korban. Di kos korban juga ada CCTV untuk mengantisipasi berbagai kejadian. Ini seharusnya menjadi alat bantu bagi aparat kepolisian untuk mengungkap kasus ini lebih cepat,” ujarnya.


Ketua IKIF itu berharap pihak kepolisian dapat bergerak cepat, transparan, dan adil agar keluarga korban memperoleh kepastian hukum serta menghindari munculnya gesekan di tengah masyarakat.


“Kami berharap aparat kepolisian bergerak cepat dan adil dalam menangani kasus ini, karena keluarga korban membutuhkan keadilan,” tutup Marsel Nomeni.(*)