Muhammadiyah NTT Salurkan Dua Sapi Kurban untuk Warga Lintas Agama di Desa Tli’u




TIMOR TENGAH SELATAN – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Timur menyalurkan dua ekor sapi kurban kepada masyarakat Desa Tli’u, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (28/5/2026). Bantuan tersebut merupakan program Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.


Dua ekor sapi yang disalurkan memiliki bobot lebih dari 350 kilogram per ekor atau total sekitar 700 kilogram. Hewan kurban tersebut diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Desa Tli’u tanpa membedakan latar belakang agama.


Ketua PWM Muhammadiyah NTT, Mukhsin, S.Ag., M.H., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Muhammadiyah untuk menyalurkan bantuan kurban kepada masyarakat lintas agama di desa tersebut.


“Alhamdulillah, dua ekor sapi dengan total bobot sekitar 700 kilogram ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan seluruh kepala keluarga di Desa Tli’u, baik umat Islam, Kristen, Katolik maupun masyarakat lainnya,” ujar Mukhsin.


Ia berharap program sosial seperti ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.


“Atas nama PWM Muhammadiyah NTT, kami menyampaikan terima kasih kepada BPKH melalui MPM PP Muhammadiyah. Semoga amal dan niat baik ini diterima di sisi Allah SWT,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kudrih Chandra, S.Pd.I., mengatakan berbagai program sosial dan keagamaan Muhammadiyah selama ini mendapat respons positif dari masyarakat.


“Masyarakat merasa terbantu dan senang dengan kegiatan Muhammadiyah. Semoga tahun depan bantuan kurban dapat lebih banyak lagi sehingga jangkauannya semakin merata,” katanya.


Menurut Kudrih, pembagian daging kurban dilakukan secara merata kepada seluruh warga tanpa membedakan agama maupun golongan.


“Kami pastikan seluruh masyarakat menerima, baik Islam, Kristen maupun Katolik,” tegasnya.


Kepala Desa Tli’u, Thimatius Natonis, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai semakin memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama yang selama ini telah terjalin dengan baik di wilayahnya.


“Nilai toleransi di desa ini sangat baik. Semua kegiatan keagamaan selalu melibatkan seluruh masyarakat tanpa memandang agama. Kehadiran program ini semakin memperkuat persaudaraan di lingkungan kami,” ungkapnya.


Hal senada disampaikan Ketua PCM Amanuban, Abdul Kadir. Menurutnya, program kurban Muhammadiyah tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga menjadi bukti nyata kepedulian sosial yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.


“Kami berharap tahun depan jumlah hewan kurban bisa bertambah. Tidak hanya untuk umat Islam, tetapi seluruh masyarakat tanpa membedakan agama,” ujarnya.


Abdul Kadir menambahkan bahwa semangat kurban juga harus diwujudkan melalui penguatan hubungan antarsesama manusia selain meningkatkan hubungan kepada Allah SWT.


“Hubungan dengan Allah terus dijalankan, namun hubungan antarmanusia juga harus terus ditingkatkan. Tahun ini dua ekor sapi, mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah menjadi enam ekor,” pungkasnya.


Program penyaluran kurban tersebut menjadi simbol kebersamaan dan toleransi di Desa Tli’u. Melalui pembagian daging kurban kepada seluruh warga, Muhammadiyah NTT berharap nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat yang majemuk.



Keterangan Foto:

Ketua PWM Muhammadiyah NTT, Mukhsin, S.Ag., M.H., menyerahkan secara simbolis dua ekor sapi kurban bantuan BPKH melalui MPM PP Muhammadiyah kepada masyarakat Desa Tli’u, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis (28/5/2026).