KUPANG – Musyawarah Pimpinan (Rapim) dan Baitul Arqom Madya (BAM) yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi ditutup oleh Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Nurhadi, Sabtu (16/5) siang di Asrama Haji Kota Kupang.
Kegiatan yang berlangsung sejak 14 hingga 16 Mei 2026 tersebut berjalan lancar dan diikuti oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dari berbagai kabupaten dan kota di NTT. Penutupan kegiatan menjadi momentum penting dalam memperkuat kaderisasi serta konsolidasi organisasi di tingkat wilayah.
Ketua PWPM NTT, Amir Patiraja, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh PDPM yang telah mengikuti seluruh rangkaian Rapim dan BAM hingga selesai.
Menurut Amir, diskusi publik yang digelar pada pembukaan kegiatan memberikan banyak pengetahuan baru bagi para peserta. Ia juga menyebut Pemuda Muhammadiyah NTT mendapat apresiasi dari berbagai organisasi kepemudaan, pemerintah, hingga masyarakat luas.
“Sejak awal hingga saat ini, Pemuda Muhammadiyah NTT mengalami peningkatan kepercayaan di mata publik,” ujarnya.
Amir menegaskan pentingnya kolaborasi lintas elemen untuk menjaga toleransi di NTT tetap berjalan dengan baik.
“Kita perlu melakukan kolaborasi sehingga toleransi di NTT dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta dapat membawa pulang ilmu dan pengalaman selama kegiatan berlangsung untuk diwujudkan dalam gerakan moral di daerah masing-masing.
“Bekal yang ada ini, teman-teman bawa pulang dan melakukan sebuah gerakan moral,” tambah Amir.
Selain itu, ia juga membuka ruang kritik dan masukan dari PDPM sebagai bahan evaluasi organisasi ke depan.
“Masukan dari rapim yang dilakukan oleh PDPM menjadi catatan penting PWPM NTT,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Nurhadi, menyebut NTT menjadi provinsi ke-18 yang mendapatkan pengawalan langsung proses kaderisasi Pemuda Muhammadiyah.
Menurutnya, dalam sejarah organisasi, proses perkaderan yang dilakukan secara sistematis baru berjalan pada periode kepemimpinan saat ini.
“Tidak mudah mengajak orang yang sudah punya kerjaan dan keluarga untuk tinggal karena mengikuti kegiatan BAM,” ujarnya.
Nurhadi juga mengapresiasi kesuksesan pelaksanaan Rapim dan BAM PWPM NTT yang dinilai mampu menghadirkan sejumlah tokoh nasional dalam pembukaan kegiatan, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan.
Ia mengajak seluruh kader Pemuda Muhammadiyah di NTT untuk terus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di masa depan.
“Kader Pemuda Muhammadiyah harus menyiapkan diri untuk berkompetisi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurhadi juga mengingatkan agar kader tidak merasa paling berjasa dalam organisasi, sebab Muhammadiyah dibangun melalui kekuatan sistem dan kebersamaan.
“Jangan pernah merasa paling berjasa di Muhammadiyah. Muhammadiyah besar bukan karena pribadi seseorang, tapi karena sistem,” pungkasnya.(*)
