Hadirkan Kembali Alor sebagai Pulau Cinta Kedamaian, Wagub NTT Pimpin Rakor Deklarasi Damai 2026




Zonalinenews.com - Kalabahi Selasa, 23 Juni 2026. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Alor menggelar Rapat Koordinasi Deklarasi Damai 2026 di Kantor Bupati Alor, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur NTT lrjen. Pol.  (Purn) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum sebagai langkah memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan masyarakat di Kabupaten Alor.


Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi NTT, unsur Forkopimda Kabupaten Alor, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, kepala sekolah, serta perwakilan pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Alor.


Dari unsur Pemerintah Provinsi NTT, turut hadir Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesejahteraan Rakyat Henderina S. Laiskodat, SP., M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTT Alexon Lumba, SH., M.Hum., serta Kepala Badan Kesbangpol Provinsi NTT Noldy H. Pellokila, S.Sos., MM.


Dalam arahannya, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan bahwa pelaksanaan Deklarasi Damai merupakan komitmen pemerintah dalam menciptakan situasi daerah yang aman dan kondusif, sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.


“Ini adalah upaya untuk menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menciptakan kondisi yang aman dan damai bagi masyarakat Alor,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa menjaga kerukunan dan persaudaraan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, sehingga harus terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.


“Tugas utama kita adalah menjaga kerukunan tetap terpelihara. Persaudaraan dan kekeluargaan adalah modal perdamaian yang harus kita pertahankan bersama,” tegasnya.


Dalam rapat tersebut juga disepakati sejumlah langkah strategis dalam rangka mendukung pelaksanaan Deklarasi Damai Alor 2026. Di antaranya penguatan peran keluarga dalam pengawasan anak, penerapan jam wajib belajar masyarakat, pengaktifan pos kamling, peningkatan peran sekolah, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh pemuda dalam menjaga ketertiban sosial.


Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan patroli keamanan, pembukaan lapangan kerja, penguatan usaha kecil masyarakat, pelatihan keterampilan pemuda, serta pembentukan pos deteksi dini konflik di tengah masyarakat.


Sebagai tindak lanjut, Deklarasi Damai Alor 2026 akan dilaksanakan pada Selasa (23/6/2026) dengan rangkaian kegiatan pawai damai dari depan Gereja Katolik Paroki Gembala Yang Baik Kalabahi menuju Stadion Mini Kalabahi.


Pemerintah berharap kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kembali semangat Alor sebagai Pulau Cinta Kedamaian, sekaligus memperkokoh persatuan dan kebersamaan seluruh masyarakat.


Rapat koordinasi ditutup dengan doa bersama sebagai tanda komitmen bersama menjaga kedamaian di Kabupaten Alor.(*Aty)