Zonaline-news.com - Sabu Raijua, 24 Juni 2026 - Semarak kebersamaan terasa menyelimuti Lapangan Napae, Kecamatan Seba, pada Selasa malam (23 Juni 2026). Polres Sabu Raijua sukses menggelar Festival Pedoa Massal dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi yang terjalin antara Kepolisian Republik Indonesia, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, acara ini tidak hanya berfungsi sebagai perayaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur.
Ketua Panitia sekaligus pegiat budaya, Jefrison Hariyanto Fernando atau yang akrab disapa Nando, menjelaskan bahwa tarian Pedoa telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak tahun 2016. Tarian ini mengandung nilai-nilai luhur, antara lain persatuan, kesatuan, dan semangat gotong royong.
“Pedoa adalah harta berharga milik kita semua. Lewat festival ini, kami ingin menjaga warisan leluhur sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat mendorong perkembangan pariwisata budaya serta pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depannya, festival ini direncanakan akan menjadi agenda rutin yang diselenggarakan bersama pemerintah dan komunitas lokal.
Dalam kesempatan yang sama, Nando juga menyerahkan 10 eksemplar buku karyanya yang berjudul Mitologi dan Budaya Sabu Raijua kepada pihak SMP Negeri 1 Sabu Barat. Langkah ini membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan lewat pementasan, tetapi juga melalui jalur pendidikan.
“Lewat buku ini, generasi muda dapat lebih mengenal akar budayanya, bangga dengan jati dirinya, dan menjaga agar warisan ini tetap hidup dan berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis, S.I.P., M.H., menegaskan bahwa keikutsertaan Polri dalam kegiatan ini merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat yang sesungguhnya.
“Menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya dilakukan lewat penegakan hukum, tetapi juga dengan melindungi identitas budaya daerah. Jika budaya tetap terjaga, maka persatuan dan kesatuan masyarakat pun akan semakin kokoh,” tegasnya.
Festival ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta, yang menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.
Mewakili Bupati Sabu Raijua, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Amos Ndolu Eo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggara.
“Terima kasih kepada Polres Sabu Raijua. Peringatan Hari Bhayangkara kali ini terasa semakin bermakna karena menyatukan berbagai pihak untuk melestarikan budaya. Semoga sinergi yang baik ini terus terjalin demi kemajuan daerah kita,” ucapnya.
Di penghujung malam yang penuh kehangatan itu, tersampaikan satu pesan penting: persatuan, pelestarian budaya, dan pengabdian adalah kunci untuk mewujudkan masa depan Sabu Raijua yang lebih baik.(*Rintho Djawa)
