Program 5.000 Doktor PTMA Disosialisasikan di STIKIP Muhammadiyah Kalabahi, Dosen dan Guru Berpeluang Raih Beasiswa S3





Zonalinews.com - Kalabahi Kamis 11 Juni 2026. Dosen, guru, kepala sekolah, dan kader Muhammadiyah di Kabupaten Alor berpeluang melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor (S3) melalui Program 5.000 Doktor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) yang disosialisasikan dalam kegiatan kuliah umum di Aula Lantai III STIKIP Muhammadiyah Kalabahi, Rabu (10/6/2026).


Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Wahyudi Winaryo, M.Si dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai narasumber utama untuk memaparkan berbagai program beasiswa dan pendidikan pascasarjana yang tersedia bagi dosen, guru, kepala sekolah, serta kader Muhammadiyah dan Aisyiyah.


Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ustaz Syafik, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Selanjutnya, peserta mengikuti sambutan dari Ketua STIKIP Muhammadiyah Kalabahi dan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) STIKIP Muhammadiyah Kalabahi sebelum memasuki sesi kuliah umum dan sosialisasi.


Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BPH STIKIP Muhammadiyah Kalabahi, Haji Ishak Djawa Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Alor, Drs Moh Bajher Kamahi. M.Pd  perwakilan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Alor, Rahmatia Djae S.Ag  Ketua Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Alor, pengurus PC IMM Alor, Pemuda Muhammadiyah Alor, para dosen STIKIP Muhammadiyah Kalabahi, mahasiswa, serta tamu undangan lainnya.


Ketua STIKIP Muhammadiyah Kalabahi, Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi program beasiswa dan studi lanjut menjadi kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat akademik di Alor untuk meningkatkan kualitas pendidikan.


Ia berharap dosen, guru, mahasiswa, maupun masyarakat umum dapat memanfaatkan peluang yang tersedia guna melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


Sementara itu, Prof. Dr. Wahyudi Winaryo M.Si dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Program 5.000 Doktor merupakan salah satu program strategis Persyarikatan Muhammadiyah yang bertujuan meningkatkan jumlah doktor di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).


"Program ini merupakan ikhtiar Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang doktor," ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa program tersebut diperuntukkan bagi dosen PTMA serta kepala sekolah dan wakil kepala sekolah Muhammadiyah maupun Aisyiyah yang ingin melanjutkan studi doktoral.


Adapun program studi yang dapat dipilih melalui skema beasiswa tersebut antara lain Doktor Pendidikan Agama Islam, Doktor Pendidikan, Doktor Sosiologi, dan Doktor Ilmu Pertanian.


Selain Program 5.000 Doktor, UMM juga menawarkan berbagai program beasiswa persyarikatan bagi guru, mubalig, serta pimpinan dan pengurus aktif Muhammadiyah maupun Aisyiyah yang ingin melanjutkan pendidikan pada jenjang magister dan doktor.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Wahyudi juga memperkenalkan Pascasarjana UMM yang saat ini memiliki status akreditasi institusi Unggul dengan perkuliahan yang dilaksanakan di Kampus III UMM, Jalan Raya Tlogomas Nomor 246, Malang.


Menurutnya, sistem pembelajaran yang diterapkan dirancang secara fleksibel melalui metode blended learning atau perpaduan pembelajaran tatap muka dan daring. Seluruh fasilitas perkuliahan telah mendukung proses pembelajaran hybrid sehingga mahasiswa tetap dapat menjalankan aktivitas pekerjaan sambil melanjutkan studi.


Untuk program doktor, semester pertama difokuskan pada penguatan teori, filsafat, dan metodologi penelitian. Selanjutnya pada semester kedua hingga semester kelima, mahasiswa lebih banyak menjalani proses penelitian, penulisan karya ilmiah, serta pembimbingan yang dilakukan secara daring.


Prof. Wahyudi menjelaskan bahwa terdapat empat strategi utama yang diterapkan untuk mendukung kelulusan tepat waktu dalam enam semester atau tiga tahun, yakni penyajian mata kuliah berbasis luaran, pembimbingan disertasi yang terstruktur, disertasi berbasis referensi ilmiah yang kuat, serta rekognisi tiga artikel pada jurnal internasional bereputasi sebagai bagian dari capaian akademik mahasiswa.


Selain menjelaskan sistem perkuliahan, ia juga memaparkan jadwal penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana UMM Tahun Akademik 2026/2027 yang dibuka secara daring mulai 1 April hingga 5 September 2026.


Peserta juga memperoleh informasi mengenai berbagai program studi magister dan doktor yang tersedia di Pascasarjana UMM, termasuk rincian program beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh dosen, guru, kepala sekolah, maupun kader Muhammadiyah dan Aisyiyah.


Pada sesi diskusi, para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan terkait persyaratan pendaftaran, mekanisme beasiswa, sistem pembelajaran, hingga peluang studi lanjut bagi masyarakat Alor.


Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi dan  motivasi yang berlangsung interaktif antara nara sumber dan peserta. 

Pencerahan yang diberikan oleh Prof. Wahyudi Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan semakin banyak putra-putri Alor yang dapat memanfaatkan peluang pendidikan pascasarjana dan program beasiswa yang tersedia untuk meningkatkan kapasitas akademik serta profesional mereka.


Selain itu, peningkatan jumlah lulusan magister dan doktor diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan Kabupaten Alor  di masa mendatang (*Aty)