Zonalinews.com Kalabahi Rabu 17 Juni 2026 Momentum peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimanfaatkan Jamaah Masjid Al-Furqan Buono untuk melakukan regenerasi kepengurusan melalui serah terima Takmir Masjid dari periode 2019–2026 kepada pengurus baru periode 2026–2030, Selasa (16/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Furqan Buono tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, majelis taklim, remaja masjid, serta jamaah setempat. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ustadz Syafiq yang mengantarkan jamaah memasuki rangkaian peringatan Tahun Baru Islam dan serah terima kepengurusan Takmir Masjid Al-Furqan Buono.
Ketua Panitia Pemilihan Takmir Masjid Al-Furqan Buono, Ridwan Iho, S.Sos, dalam laporannya menjelaskan bahwa panitia pemilihan dibentuk pada 6 Juni 2026 dengan tujuh orang anggota. Dalam proses penjaringan yang dilakukan, panitia berhasil menghimpun 25 bakal calon pengurus.
"Dari hasil penjaringan tersebut kemudian dilakukan proses penyaringan hingga ditetapkan 10 calon tetap yang mengikuti tahapan pemilihan," jelas Ridwan.
Melalui proses pemilihan yang berlangsung, terpilih lima pengurus harian Takmir Masjid Al-Furqan Buono periode 2026–2030, yakni Ustadz Dr Abdullah Rahman Saleh sebagai Ketua, Ridwan Iho S.Sos sebagai Wakil Ketua, Ustadz Yasin Abdullah sebagai Wakil Ketua, Rahim Sogo sebagai Sekretaris, dan Sudirman Koly sebagai Bendahara.
Ridwan menambahkan, sebagai bagian dari proses serah terima kepengurusan, panitia juga melibatkan unsur tokoh masyarakat dan perwakilan jamaah untuk melakukan pengawasan sosial terhadap administrasi dan kondisi organisasi masjid guna memastikan proses pergantian kepengurusan berjalan secara transparan dan akuntabel.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Takmir, Khairil Anwar Ali, membacakan berita acara penutupan buku kas Takmir Masjid Al-Furqan Buono periode 2019–2026. Laporan tersebut memuat kondisi administrasi dan keuangan masjid yang selanjutnya diserahkan kepada pengurus baru sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi kemasjidan.
Usai pembacaan berita acara, dilakukan penandatanganan dokumen serah terima oleh Bendahara Takmir periode sebelumnya Sudirman Koly, Ketua Panitia Pemilihan Ridwan Iho, tokoh masyarakat Ansar Koho, serta perwakilan jamaah Syamsuddin Mola sebelum diserahkan secara resmi kepada pengurus baru periode 2026–2030.
Mewakili pengurus Takmir periode 2019–2026, Sudirman Koly menyampaikan pesan dari ketua takmir sebelumnya yang berhalangan hadir karena sedang berada di Surabaya. Dalam pesannya, ketua takmir periode sebelumnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah memberikan kepercayaan selama enam tahun masa kepengurusan.
Selain itu, ia juga menitipkan permohonan maaf kepada seluruh jamaah apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan dan kekhilafan.
"Sebagai manusia tentu tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Karena itu kami memohon maaf kepada seluruh jamaah apabila selama menjalankan amanah masih terdapat hal-hal yang belum memenuhi harapan bersama," kata Sudirman saat membacakan pesan tersebut.
Pengurus lama juga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru serta berharap kepengurusan yang baru dapat meningkatkan kinerja dan melanjutkan berbagai program yang telah dirintis sebelumnya.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk terus mendukung pengurus baru sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui tenaga, pikiran, harta maupun doa demi kemajuan Masjid Al-Furqan Buono.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al-Furqan Buono periode 2026–2030, Dr. Abdullah Rahman Saleh, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan jamaah kepada dirinya dan jajaran pengurus baru.
Menurutnya, amanah memimpin masjid merupakan tanggung jawab besar yang tidak mungkin dijalankan sendiri tanpa dukungan seluruh elemen jamaah.
"Saya memohon kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak, mulai dari para sesepuh, imam, khatib, bilal, majelis taklim, remaja masjid hingga anak-anak sebagai generasi penerus. Kalau bukan kita yang memakmurkan masjid, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?" ujarnya.
Abdullah menjelaskan bahwa program pertama yang akan dilakukan pengurus baru adalah melengkapi struktur kepengurusan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur jamaah yang telah mengikuti proses penjaringan sebelumnya.
Selain itu, kepengurusan baru juga berencana mengaktifkan kembali Remaja Masjid Al-Furqan Buono yang selama ini vakum, memperkuat Majelis Taklim, membentuk Badan Pemulasaran Jenazah, serta menghidupkan kembali Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) sebagai wadah pembinaan generasi muda.
Ia juga mengusulkan pemanfaatan fasilitas masjid sebagai pusat kegiatan pendidikan, pengajian, musyawarah, dan berbagai aktivitas pembinaan umat lainnya sehingga keberadaan masjid semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Puncak kegiatan diisi dengan penyampaian Hikmah 1 Muharram 1448 Hijriah oleh Ustadz Yushlih Kiko, S.Ag. Dalam tausiahnya, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum muhasabah dan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Menurutnya, hijrah bukan hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, melainkan perubahan sikap dan perilaku menuju peningkatan kualitas iman, akhlak, dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia juga menekankan pentingnya mengenalkan kalender Hijriah kepada generasi muda serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks.
"Masjid harus kembali menjadi pusat peradaban umat, tempat membangun iman, ilmu, akhlak, dan karakter generasi muda," tegasnya.
Ustadz Yushlih turut memberikan apresiasi kepada pengurus Takmir Masjid Al-Furqan Buono yang baru terbentuk dan berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan berbagai program yang telah dirintis sebelumnya serta semakin memakmurkan masjid melalui kerja sama yang solid.
Menutup tausiahnya, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai titik awal untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT, mencintai Al-Qur'an, memakmurkan masjid, serta membina generasi Islam yang berakhlak mulia.
"Semoga tahun 1448 Hijriah menjadi tahun yang penuh keberkahan, meningkatkan keimanan kita, mempererat persaudaraan umat, dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan serta pembinaan generasi Islam yang tangguh," tutupnya.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Israfil S. Iho, S.Pd. Suasana penuh khidmat dan kekeluargaan mewarnai acara tersebut, sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru Takmir Masjid Al-Furqan Buono periode 2026–2030 dalam mengemban amanah pelayanan dan pembinaan umat. (*Aty)
