KUPANG — Universitas Muhammadiyah Kupang (UM.KOE) menggelar Wisuda Sarjana XXXVI dan Pascasarjana II periode ganjil Tahun Akademik 2025/2026 di Aula B UM.KOE, Kamis (4/6). Momentum akademik tersebut menjadi ajang pengukuhan ratusan lulusan sekaligus penegasan arah transformasi perguruan tinggi di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Rektor UM.KOE, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi AI serta melahirkan lulusan yang tangguh, adaptif, dan berkarakter. Ia menekankan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus menjadi pusat solusi bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi harus menjadi pusat solusi bagi masyarakat, bukan pusat kerumitan masyarakat. Tata kelola internal yang kokoh, dinamis, adaptif, dan inovatif menjadi dasar membentuk kualitas dan keunggulan universitas,” ujarnya.
Acara wisuda tersebut turut dihadiri Melki Laka Lena, Kepala LLDIKTI Wilayah XV NTT Prof. Dr. Adrianus Amheka, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, unsur Forkopimda, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTT, anggota DPRD NTT, pimpinan perguruan tinggi, serta para orang tua wisudawan.
Dalam pidatonya, Rektor UM.KOE juga menyoroti pentingnya transformasi internal kampus melalui penguatan sumber daya manusia, tata kelola organisasi, pengembangan infrastruktur digital, serta peningkatan literasi teknologi. Hal ini termasuk penguatan perpustakaan, jaringan internet, pelatihan digital, dan peningkatan kompetensi dosen maupun mahasiswa.
Ia juga memperkenalkan konsep “joy of learning” atau pembelajaran yang menyenangkan sebagai budaya akademik yang terus dikembangkan di UM.KOE. Konsep ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara emosional, memiliki kepedulian sosial, dan siap menghadapi tantangan kehidupan.
“Alumni Universitas Muhammadiyah Kupang tidak boleh hanya pintar di atas kertas, tetapi juga harus kuat dalam jiwa, mampu tumbuh, memahami makna hidup, dan memberi manfaat bagi sesama,” tegasnya.
Lebih jauh, Rektor menekankan pentingnya melahirkan lulusan new collar workers, yakni generasi pekerja masa depan yang adaptif terhadap teknologi dan tidak lagi terkotak dalam klasifikasi kerja konvensional.
Sementara itu, Ketua PWM NTT Muksin Masri mengingatkan para wisudawan agar tidak melupakan jasa orang tua yang telah berjuang membiayai pendidikan hingga berhasil menyelesaikan studi. Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai Islam berkemajuan dalam kehidupan para lulusan.
Dari sisi akademik, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus tetap berpegang pada nilai etika dan moral, khususnya nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai fondasi karakter lulusan.
Kepala LLDIKTI Wilayah XV NTT juga menekankan pentingnya kompetensi sosial di tengah kompleksitas kehidupan modern, sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan sumber daya manusia di NTT.
Melalui wisuda ini, UM.KOE berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang unggul secara intelektual, kuat secara karakter, adaptif terhadap teknologi, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.(*)