Wagub NTT Terima Dokumen Deklarasi Damai Alor, Pemuda Berkomitmen Jaga Keamanan



Zonalinenews.com Kalabahi Selasa ,26 Juni 2026 . Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol. (Purn.) Dr. Johni Asadoma, M.Hum., menerima dokumen Deklarasi Damai Alor pada puncak kegiatan Deklarasi Damai Alor yang berlangsung di Lapangan Mini Kalabahi, Kabupaten Alor, Selasa (23/6/2026). Dokumen deklarasi tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH., MH., setelah pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Damai 


Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari unsur pemerintah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelajar, mahasiswa, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan masyarakat umum itu diawali dengan pelepasan peserta deklarasi damai dari SMK St. Yoseph Kalabahi menuju Lapangan Mini Kalabahi.


Dalam laporannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., mengatakan deklarasi damai merupakan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta memperkuat persatuan di Kabupaten Alor.


“Deklarasi damai ini merupakan langkah awal untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat menuju Kabupaten Alor yang damai. Ini adalah komitmen bersama untuk mengakhiri konflik dan menjadikan perdamaian sebagai momentum pembangunan daerah,” ujarnya.


Ketua GAMKI Cabang Alor, Dematrius Mautuka, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT atas penyelenggaraan Deklarasi Damai Alor. Menurutnya, konflik yang terjadi tidak boleh dipandang sebagai tawuran biasa, tetapi perlu dikaji secara menyeluruh agar solusi yang diambil dapat menyentuh akar persoalan.


“Sebagai generasi muda, kita tidak boleh melihat konflik ini hanya sebagai tawuran semata. Diperlukan kajian yang mendalam dari seluruh stakeholder untuk menganalisis faktor penyebab dan pemicu konflik sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar menyentuh akar persoalan. Kami berharap pemerintah terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif bagi generasi muda,” katanya.


Sementara itu, tokoh adat yang mewakili masyarakat Alor mengajak seluruh warga untuk terus menjaga nilai persaudaraan yang telah diwariskan para leluhur.


“Kita semua adalah basudara. Dari dulu kita hidup saling mengasihi dan saling menjaga. Damai itu indah. Tugas orang tua adalah mengingatkan dan membimbing anak-anak. Jika terjadi perkelahian, maka itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menyelesaikannya dengan bijaksana,” ujarnya.


Dalam sambutannya, Johni Asadoma mengajak generasi muda Alor menghentikan segala bentuk provokasi, adu domba, dan ujaran kebencian serta menjadi pelopor perdamaian.


“Kepada anak-anak muda Alor, saya mengajak untuk menghentikan segala bentuk provokasi, adu domba, dan ujaran kebencian. Mari kita menjadi pelopor perdamaian, menjaga persatuan, dan memperkuat kebersamaan sebagai sesama saudara di Bumi Nusa Kenari,” tegasnya.


Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan dan perdamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, guru, orang tua, dan pemuda.


Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Damai , penandatanganan naskah deklarasi oleh perwakilan pemuda dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Alor bersama unsur Forkopimda dan tokoh lintas agama, serta penyerahan dokumen deklarasi kepada Wakil Bupati Alor yang selanjutnya diserahkan kepada Wakil Gubernur NTT.


Naskah deklarasi turut ditandatangani Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, SH., Dandim 1622/Alor yang diwakili Kasdim Mayor Inf. Achmad Hartono, Kajari Alor Subhan Gunawan, SH., MH., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si. Dukungan juga diberikan tokoh lintas agama, yakni Ustad Muh. Arifuddin A. (Islam), RM. Fransiscus Xaverius U. Tuku, Pr (Katolik), dan Irwansyah Purba, S.Pd.H. (Hindu).


Dalam deklarasi tersebut, para pemuda berkomitmen menjaga persatuan, menolak segala bentuk kekerasan dan tawuran, mengedepankan dialog dalam penyelesaian konflik, mendukung penegakan hukum, serta berperan sebagai agen perdamaian demi terwujudnya Kabupaten Alor yang aman, damai, dan harmonis.


Mengakhiri sambutannya, Johni Asadoma berharap komitmen yang telah dibangun melalui Deklarasi Damai Alor tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.


“Damai itu indah, persatuan itu kuat, dan kebersamaan adalah kunci kemajuan. Mari kita bersama-sama menjaga Alor tetap aman, damai, dan menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.(*Aty)