Pimpinan Golkar Alor Nita Blegur Prioritaskan Penguatan Organisasi, Bidik Lima Kursi pada 2029

Aksa Yuniorita Blegur



Zonalinenews.com - Kalabahi Kamis, 2 Juli 2026tua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Alor periode 2026–2031, Aksa Yuniorita Blegur yang akrab disapa Nita Blegur, menegaskan penguatan organisasi menjadi prioritas utama kepemimpinannya selama lima tahun ke depan. Melalui konsolidasi hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan, Partai Golkar Alor ditargetkan mampu meraih lima kursi DPRD pada Pemilu 2029 sekaligus mengusung kader internal pada pemilihan kepala daerah.


Komitmen tersebut disampaikan Nita kepada awak media usai terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) X DPD II Partai Golkar Kabupaten Alor, Selasa (30/6/2026).


Menurut Nita, kepengurusan yang solid merupakan fondasi utama untuk menjalankan seluruh program partai. Karena itu, langkah pertama yang akan dilakukan adalah menyusun struktur kepengurusan baru dalam waktu 15 hari sebelum disampaikan kepada DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk diverifikasi.


"Tanpa pengurus yang kuat, kita tidak akan bisa bekerja. Karena itu, target pertama kami adalah merapikan struktur organisasi agar menjadi mesin partai yang solid," ujarnya.


Ia menjelaskan, komposisi kepengurusan akan mengakomodasi unsur senior, perempuan, dan generasi muda. Seluruh pimpinan Partai Golkar di 18 kecamatan juga diberikan ruang mengusulkan nama-nama calon pengurus agar kepengurusan benar-benar mewakili kebutuhan kader di setiap wilayah.


"Setiap kecamatan kami beri kesempatan mengusulkan dua nama dan minimal satu di antaranya perempuan. Kami ingin kepengurusan ini lahir dari aspirasi kader di bawah, bukan hanya ditentukan dari tingkat kabupaten," katanya.


Selain penyusunan kepengurusan, DPD II Partai Golkar Alor juga akan membuka pendaftaran secara terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi pengurus partai sesuai mekanisme organisasi.


Setelah kepengurusan terbentuk, dalam waktu tiga bulan pihaknya akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai forum penyusunan program kerja lima tahun.


Nita mengatakan, kepengurusan yang kuat akan menjadi dasar untuk menjalankan agenda besar berikutnya, yakni pendidikan politik.


Menurutnya, pendidikan politik harus terus diperkuat agar masyarakat semakin memahami proses demokrasi sekaligus mengurangi praktik politik uang dan angka golongan putih (golput).


"Pendidikan politik menjadi prioritas karena tantangan kita masih besar, mulai dari politik uang hingga rendahnya partisipasi masyarakat. Politik harus dipahami sebagai ruang untuk memperjuangkan kepentingan rakyat," ujarnya.


Ia juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan keterlibatan perempuan dalam dunia politik.


Berdasarkan pengalamannya selama berproses di Partai Golkar, masih banyak perempuan yang memiliki kemampuan, namun belum berani terlibat aktif karena berbagai pertimbangan.


"Kami ingin membuat politik menjadi lebih ramah, aman, dan menyenangkan bagi perempuan. Banyak perempuan sebenarnya memiliki potensi besar, tinggal bagaimana kita membuka ruang dan memberikan pendampingan," katanya.


Selain perempuan, generasi muda juga menjadi fokus kaderisasi. Menurut Nita, mayoritas pemilih pada Pemilu 2029 diperkirakan berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun sehingga keterlibatan anak muda harus mulai dipersiapkan sejak sekarang.


Dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, Nita menargetkan penyelesaian struktur kepengurusan DPD II, konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan, serta persiapan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah.


Musyawarah kecamatan juga akan dilaksanakan dalam tiga hingga enam bulan ke depan sebagai bagian dari pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan.


"Kami ingin seluruh struktur partai bergerak bersama. Organisasi yang kuat akan menjadi modal utama menghadapi agenda politik ke depan," ujarnya.


Di bidang politik elektoral, Nita menegaskan target Partai Golkar Kabupaten Alor pada Pemilu 2029 adalah meraih satu kursi di masing-masing dari lima daerah pemilihan (dapil).


Tidak hanya itu, Golkar Alor juga menargetkan mampu mengusung kader internal pada pemilihan kepala daerah.


"Target kami pada tahun 2029 Partai Golkar Kabupaten Alor memiliki lima kursi di lima daerah pemilihan dan mampu mengusung kader internal sendiri pada Pilkada," tegasnya.


Ia optimistis target tersebut dapat dicapai melalui penguatan organisasi, kaderisasi yang berkelanjutan, pendidikan politik, serta konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput.


Menurut Nita, Partai Golkar tidak boleh hanya hadir saat momentum pemilu, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan politik, dan pemberdayaan.


"Kami ingin Golkar menjadi partai yang lebih terbuka, inklusif, merakyat, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Jika organisasi kuat, kader siap, dan masyarakat percaya, saya optimistis target 2029 dapat kita wujudkan," pungkasnya. (*)