Zonalinenews.com - Kalabahi Selasa, 14 April 2026, Di bawah terik matahari Kalabahi, ketika langkah mulai melambat dan lelah tak lagi bisa disembunyikan, hadir tangan-tangan tulus yang memberi tanpa diminta. Jamaah Masjid Al Anshar Karkameng berdiri di sepanjang jalan, membagikan air minum, es buah, roti, dan kue, menjadi oase bagi para peserta Pawai Paskah, Senin (13/4/2026).
Aksi tersebut menjadi pemandangan yang menyentuh di tengah berlangsungnya Pawai Paskah yang diselenggarakan oleh GAMKI Kabupaten Alor. Ribuan peserta terlibat dalam kegiatan ini, berjalan menyusuri ruas jalan utama kota dengan penuh penghayatan.
Di antara barisan peserta,
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, turut ambil bagian dengan memikul salib seberat kurang lebih 50 kilogram. Kehadirannya menjadi simbol refleksi iman sekaligus penghayatan makna penderitaan atau dolorosa dalam perayaan Paskah.
Namun, di balik prosesi tersebut, perhatian publik justru tertuju pada keterlibatan lintas iman yang begitu nyata.
Bukan hanya dari kalangan gereja, remaja masjid bersama Jamaah Masjid Al Anshar Karkameng, pelajar MTs Negeri Alor, serta mahasiswa STKIP Muhammadiyah turut ambil bagian dengan menyediakan konsumsi bagi para peserta.
Air mineral disodorkan, es buah dibagikan, roti dan kue diberikan dengan tulus kepada siapa saja yang melintas.
Salah satu momen yang menyentuh terjadi ketika pemeran Yesus yang memikul salib berhenti sejenak. Dengan wajah yang dipenuhi keringat, ia menerima air minum dari warga di pinggir jalan.
Segelas air itu bukan sekadar pelepas dahaga, tetapi menjadi simbol kepedulian yang lahir dari hati—tanpa memandang perbedaan.
Melihat hal tersebut, Wakil Gubernur NTT menyampaikan apresiasinya terhadap peran jamaah Masjid Al Anshar Karkameng.
“Kami sangat mengapresiasi Majelis Taklim Al Anshar Karkameng di Kota Kalabahi yang telah membantu menghilangkan dahaga dan penat para peserta pawai. Ini luar biasa,” ujar Johni Asadoma.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kebersamaan seperti ini harus terus dijaga dan ditingkatkan.
“Ini adalah bentuk toleransi yang perlu kita contoh, kita pelihara, dan terus kita tingkatkan ke depan, demi kedamaian dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Pawai Paskah GAMKI Kabupaten Alor tahun 2026 pun tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan kemanusiaan.
Di jalanan Kalabahi hari itu, perbedaan tidak menjadi batas. Justru menjadi jembatan untuk saling menguatkan.
Dari segelas air yang dibagikan dengan tulus, tergambar jelas wajah Alor yang sesungguhnya, penuh kasih, hangat, dan hidup dalam keberagaman.(*Aty)
