Zonaline-news.com – Kalabahi,- Ketua Panitia Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2026, Marthen G. Maubeka, SH, mengungkapkan bahwa pelaksanaan MTQ yang berlangsung di Baranusa, Kecamatan Pantar Barat, pada 18–23 Mei 2026, menelan anggaran sebesar Rp384.976.000.
Hal itu disampaikan Marthen saat ditemui Zonalinenews.com di ruang kerjanya, Jumat (5/6/2026).
Menurut Marthen, pelaksanaan MTQ XXXI berjalan lancar dan sukses berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Alor, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ), panitia, Dewan Hakim, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga masyarakat Kecamatan Pantar Barat sebagai tuan rumah kegiatan.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Iskandar Lakamau SH, M.Si dan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo SH, MH melalui LPTQ Kabupaten Alor yang telah memberikan kepercayaan kepada panitia untuk melaksanakan MTQ XXXI di Baranusa. Kami juga berterima kasih kepada seluruh panitia, Dewan Hakim, pimpinan OPD, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik," ujar Marthen.
Ia menjelaskan, anggaran pelaksanaan MTQ bersumber dari dana hibah Pemerintah Kabupaten Alor melalui LPTQ sebesar Rp117.118.000 serta dukungan dari berbagai pihak melalui usaha panitia dan kontribusi para donatur.
Menurutnya, terdapat dua donatur yang memberikan kontribusi terbesar, yakni Ahmad Yohan dan Julie Laiskodat, yang masing-masing memberikan dukungan sebesar Rp100 juta.
"Di tengah berbagai keterbatasan, dukungan para donatur sangat membantu panitia dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ tahun ini," katanya.
Marthen mengatakan, sebagian besar anggaran digunakan untuk mendukung seluruh kebutuhan pelaksanaan kegiatan, mulai dari persiapan, mobilisasi panitia dan peserta, konsumsi, perlengkapan, operasional Dewan Hakim, hingga pelaksanaan lomba selama sepekan di Baranusa.
Selain itu, panitia juga mengalokasikan sekitar Rp134 juta untuk hadiah pada 26 cabang lomba serta penghargaan bagi Juara Umum.
Menurutnya, peningkatan nilai hadiah tersebut merupakan hasil kesepakatan panitia sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dalam bidang tilawah, hifzhil Qur'an, khattil Qur'an, dan cabang-cabang perlombaan lainnya.
"Tahun ini terjadi peningkatan nilai hadiah pada 26 cabang lomba. Bahkan hadiah untuk Juara Umum ditetapkan sebesar Rp5 juta sebagai bentuk motivasi bagi peserta," jelasnya.
Meski demikian, Marthen menegaskan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan secara tertib dan akan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku kepada LPTQ dan Pemerintah Kabupaten Alor.
Ia juga menjelaskan bahwa tidak seluruh dana yang tersedia digunakan untuk pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten karena sebagian disiapkan untuk mendukung kebutuhan kafilah Kabupaten Alor yang akan mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, bahkan apabila ada peserta yang lolos hingga tingkat nasional.
"Kami harus mempersiapkan dukungan bagi peserta yang akan mewakili Kabupaten Alor di tingkat provinsi. Jika ada yang lolos ke tingkat nasional, tentu juga perlu mendapat dukungan yang memadai," ujarnya.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Alor, Rasid Miran, S.P., M.M., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan MTQ XXXI yang dinilainya berlangsung dengan baik serta menghadirkan sejumlah inovasi dalam pembinaan peserta.
Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus, kata Rasid, adalah adanya pemberian hadiah kepada peserta kategori Tartil anak-anak yang belum meraih juara. Hadiah tersebut bukan berasal dari panitia, melainkan merupakan sumbangan langsung dari Ikatan Keluarga Besar Baranusa (IKBAR) Kalabahi.
"Peserta Golongan Tartil Anak-anak yang belum berhasil meraih juara tetap menerima hadiah sebagai bentuk motivasi agar mereka terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Hadiah tersebut merupakan sumbangan langsung dari Ikatan Keluarga Besar Baranusa (IKBAR) Kalabahi dan menjadi bentuk kepedulian terhadap pembinaan generasi Qur'ani," ujar Rasid.
Rasid mengatakan, selama lebih dari 20 tahun menjadi pengurus LPTQ, baru kali ini ia menyaksikan adanya pemberian hadiah kepada peserta non-juara yang didukung melalui sumbangan Ikatan Keluarga Besar Baranusa (IKBAR) Kalabahi.
"Tujuan MTQ bukan semata-mata mencari juara, tetapi juga membina dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur'an," katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa setelah pelaksanaan MTQ XXXI, dirinya dihubungi oleh LPTQ Provinsi Nusa Tenggara Timur yang tertarik mempelajari sejumlah aspek penyelenggaraan MTQ di Baranusa.
Menurutnya, perhatian tersebut berkaitan dengan manajemen pelaksanaan kegiatan, persiapan panitia, hingga konsep penyelenggaraan yang dinilai berjalan baik.
"Saya mendapat komunikasi dari LPTQ Provinsi NTT yang ingin berdiskusi mengenai pola penyelenggaraan MTQ di Baranusa, termasuk aspek manajemen kegiatan dan konsep pelaksanaannya," ujarnya.
Di sisi lain, Marthen menilai salah satu catatan penting dari pelaksanaan MTQ XXXI adalah kuatnya semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama yang ditunjukkan masyarakat Alor.
Ia menyebut sejumlah kafilah didampingi, bahkan dipimpin oleh tokoh agama non-Muslim, termasuk pendeta dan romo, yang dipercaya menjadi ketua rombongan kafilah dari beberapa kecamatan selama pelaksanaan MTQ berlangsung.
"Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kehadiran para pendeta dan romo yang mendampingi kafilah menunjukkan bahwa semangat toleransi dan persaudaraan di Kabupaten Alor tetap terjaga dengan baik," ujar Marthen.
Menurutnya, suasana kebersamaan yang terbangun selama MTQ menjadi bukti bahwa masyarakat Alor terus merawat nilai-nilai toleransi dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Marthen juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Pantar Barat, masyarakat Baranusa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan MTQ XXXI sehingga berlangsung aman, tertib, dan lancar.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Camat Pantar Barat, masyarakat Baranusa, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan dan keramahtamahan selama kegiatan berlangsung," tutupnya.
MTQ XXXI Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang seleksi peserta terbaik untuk mewakili Kabupaten Alor pada MTQ Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, tetapi juga menjadi ruang penguatan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan toleransi antarumat beragama yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Alor.("Aty)
