Umat Stasi Santo Agustinus Bello Diajak Hidupi Semangat Pertobatan




KUPANG — Umat Katolik Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, Kota Kupang, diajak menjadikan perayaan pesta pelindung sebagai momentum untuk memperkuat iman, persaudaraan, dan semangat pertobatan.


Ajakan itu disampaikan Ketua Stasi Santo Agustinus Bello Donatus Manehat, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua Adrianus Ceme, dan Pastor Paroki RD Longginus Bone dalam Perayaan Misa Pesta Pelindung Santo Agustinus Bello, Jumat (28/8/2026).


Donatus mengatakan, pesta pelindung bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan kesempatan bagi umat untuk menghayati perjalanan bersama dalam membangun kehidupan menggereja.


“Kita perlu menghayati setiap perjalanan dari proses ini. Ini luar biasa. Walaupun hari ini kita berada dalam keadaan yang terbatas, tetapi yang hadir adalah orang-orang luar biasa. Kita semua adalah orang-orang luar biasa,” kata Donatus.


Ia mengapresiasi kehadiran Ketua DPP, penasihat DPP, para imam, suster, pengurus stasi, dan seluruh umat. Menurut dia, berbagai pesan yang disampaikan dalam homili dan refleksi hendaknya menjadi bahan permenungan dalam kehidupan umat.


Donatus juga mengajak umat meneladani Santo Agustinus yang dikenal sebagai tokoh besar Gereja. Menurut dia, pilihan Santo Agustinus sebagai pelindung stasi harus diikuti dengan kemauan umat untuk menghidupi semangat dan keteladanannya.


“Santo Agustinus memang orang yang luar biasa. Karena itu, dibutuhkan juga orang-orang yang luar biasa yang menghidupi semangat Santo Agustinus. Kita sudah memilih pelindungnya adalah Santo Agustinus. Maka, perlahan-lahan kita harus belajar untuk menghidupi kebesaran dan kehebatannya,” ujarnya.


Ia mengakui masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam perjalanan umat. Karena itu, persaudaraan dan kebersamaan perlu terus diperkuat.


Sementara itu, Ketua DPP Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua Adrianus Ceme mengatakan, kehidupan Santo Agustinus mengajarkan pentingnya pertobatan, perubahan, dan transformasi dalam kehidupan umat beriman.


“Yang paling penting bagi kita adalah bagaimana kita meneladani sikap hidup Santo Agustinus, yaitu bertobat, berubah, dan bertransformasi dalam kehidupan kita sebagai umat beriman di stasi ini,” ujar Adrianus.


Menurut dia, pesan tersebut relevan dengan kisah lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh dalam Injil yang mengingatkan umat untuk selalu siap dan matang dalam menjalani kehidupan iman.


“Sebagai umat di stasi yang berpelindung Santo Agustinus, kita dipanggil untuk terus melakukan perubahan dalam kehidupan kita sebagai umat beriman,” katanya.


Adrianus berharap semangat pertobatan tidak berhenti dalam perayaan pesta pelindung, tetapi diwujudkan dalam keluarga, masyarakat, dan kehidupan menggereja.


Pada kesempatan yang sama, RD Longginus Bone Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua  menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat dan para imam yang hadir. Ia mengucapkan selamat kepada umat yang merayakan pesta pelindung sekaligus berterima kasih kepada para imam, pengurus DPP, pengurus stasi, wilayah, petugas liturgi, dan kelompok koor.


RD Longginus menyebut jumlah umat yang hadir sekitar 200 orang dari sekitar 2.400 umat Stasi Santo Agustinus Bello. Namun, ia tetap memandang kehadiran mereka sebagai bentuk keterlibatan seluruh komunitas.


“Mungkin karena sibuk dengan tugas mereka. Tidak apa-apa. Kita mengamini dan memahami. Daripada dipahami, lebih baik mengerti daripada dimengerti,” ujarnya.


Ia juga mengapresiasi kelompok koor, termasuk koor dari etnis Manggarai yang menurutnya menunjukkan penghayatan iman melalui nyanyian liturgi.


“Saya tidak mengerti bahasa Manggarai. Tetapi dari ekspresi kita bisa tahu bahwa lagu itu memiliki makna yang dalam,” katanya.


Menurut RD Longginus yang akrab disapa Romo Dus , penghayatan tersebut menunjukkan bahwa liturgi tidak hanya berbicara tentang bahasa, tetapi juga pengalaman iman, persaudaraan, dan solidaritas.


Perayaan pesta pelindung itu diharapkan menjadi momentum bagi umat Stasi Santo Agustinus Bello untuk semakin dewasa dalam iman, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan semangat pertobatan dan pelayanan nyata dalam kehidupan sehari-hari.(*goe)