KUPANG — Delapan siswa SD/SMP Adi Widyalaya Saraswati Kupang tampil memukau dalam Festival Lomba Seni Tari Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) antar-pelajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Kupang Tahun 2026 dengan membawakan Tari Taebenu, tarian tradisional yang menjadi salah satu warisan budaya Kabupaten Rote Ndao.
Kedelapan siswa yang tampil adalah Sweeta, Sabrina, Dena, Rain, Kinan, Zeva, Legita, dan Oming. Penampilan mereka merupakan hasil latihan intensif selama satu bulan di bawah arahan pelatih P. Angelo Oktaviani Dato.
Kepala SD/SMP Adi Widyalaya Saraswati Kupang, Ni Nyoman Suparwati, M.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas semangat serta dedikasi para siswa dalam mempersiapkan penampilan terbaik mereka.
"Latihan tekun selama satu bulan terakhir menunjukkan komitmen anak-anak yang luar biasa. Melalui seni tari, kami ingin mendidik generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bangga dan berakar kuat pada nilai-nilai budaya Nusantara," ujarnya.
Menurut Ni Nyoman Suparwati, keikutsertaan dalam festival tersebut tidak semata-mata bertujuan meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, peningkatan rasa percaya diri, serta penanaman kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.
Dukungan terhadap para peserta juga datang dari berbagai pihak. Wakil Ketua Yayasan, I Wayan Astawa, serta Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, I Ketut Suji, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif para pelajar dalam melestarikan seni dan budaya daerah melalui ajang festival tersebut.
Festival Lomba Seni Tari Daerah tingkat Kota Kupang menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengekspresikan bakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur kepada masyarakat. Penampilan Tari Taebenu oleh siswa Adi Widyalaya Saraswati Kupang menjadi salah satu bentuk nyata komitmen sekolah dalam mendukung pelestarian budaya lokal.
Ke depan, sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai ruang apresiasi bagi generasi muda. Selain melestarikan warisan budaya, festival seni juga diharapkan mampu mempererat persaudaraan, menumbuhkan sikap toleransi antar-pelajar, serta melahirkan generasi yang siap membawa seni budaya NTT ke tingkat nasional hingga internasional. (*)
