Caption : Ketua Tim, Prof. Endah Sulistyawati menyampaikan harapan dan motivasi untuk peserta pelatihan.
NGADA – Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Wolomeze, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, dengan memberikan pelatihan penanganan pascapanen kemiri sekaligus menghibahkan mesin pemecah kulit biji kemiri kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada 6 Juli 2026 tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari Desa Wolomeze dan Desa Ria di Kecamatan Riung Barat.
Tim pengabdian dipimpin oleh Prof. Endah Sulistyawati, S.Si., Ph.D., dengan anggota Dr. Ir. Rijanti Rahaju Maulani, S.P., M.Si. dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) serta Dr. rer. nat. Widodo, S.T., M.T. dari Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM). Kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa ITB, yaitu Yosua Kevin Siahaan (Magister Biomanajemen), Gavriel Reynard Nathanael (Sarjana Teknologi Pascapanen), dan Naila Reevaliyah Parsa (Sarjana Teknologi Pascapanen) yang berperan aktif dalam persiapan kegiatan, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan praktik.
Menurut Prof. Endah Sulistyawati, Kabupaten Ngada memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil kemiri. Namun hingga kini sebagian besar proses pascapanen masih dilakukan secara tradisional sehingga nilai tambah yang diterima petani belum optimal.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas penanganan pascapanen agar produk kemiri memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi," ujarnya.
Pelatihan yang dipandu oleh Dr. RIjanti Rahaju Maulani mencakup seluruh tahapan penanganan pascapanen kemiri, mulai dari teknik panen, pengeringan, penyimpanan, sortasi, penggunaan mesin pemecah kemiri, pengemasan, hingga pemasaran digital.
Sebagai bentuk dukungan nyata kepada masyarakat, ITB juga menghibahkan satu unit mesin pemecah kemiri listrik, vacuum sealer, dan sealer panas kepada BUMDes Desa Wolomeze untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas produk kemiri.
Selain sesi teori dan praktik, peserta juga mengikuti demonstrasi penggunaan mesin serta praktik pengemasan dan promosi produk secara digital. Kegiatan ditutup dengan lomba kreativitas pemasaran produk kemiri sebagai upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, ITB berharap pengolahan kemiri di Kabupaten Ngada dapat berkembang menjadi usaha yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran BUMDes dalam pengembangan ekonomi desa. (*)
