Muslimat dan Fatayat NU Alor Gelar Khitan Massal, 55 Anak Terima Layanan Gratis




Zonalinews.com – Kalabahi Senin, 27 Juli 2926. Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Alor bersama Fatayat NU Kabupaten Alor menggelar khitan massal gratis bagi 55 anak yatim, piatu, dan dhuafa di Selertariat PC. Muslimat NU Alor  Kadelang, Kecamatan Teluk Mutiara, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian organisasi terhadap kesehatan anak sekaligus membantu masyarakat menjalankan syariat Islam.


Khitan massal diikuti 55 peserta, terdiri atas 31 anak laki-laki dan 24 anak perempuan yang berasal dari Kelurahan Kalabahi Kota, Kalabahi Tengah, Kalabahi Timur, Desa Motombang, Ilewe, Adang Buom, dan Fanating.


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Alor, unsur Forkopimda, Ketua DPRD atau yang mewakili, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor, Ketua MUI, Kepala Dinas Kesehatan, jajaran PCNU Kabupaten Alor, Pengurus Wilayah Muslimat NU Provinsi Nusa Tenggara Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga medis, serta para orang tua peserta.


Ketua Panitia Saleha Koko mengatakan khitan massal merupakan bagian dari program kerja Muslimat NU dan Fatayat NU di bidang kesehatan, sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.


Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan membantu anak-anak melaksanakan syariat Islam, meringankan beban orang tua, meningkatkan kesehatan organ reproduksi, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.


Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, seluruh peserta juga menerima obat-obatan pascatindakan, bantuan transportasi, dan bingkisan. Pelayanan medis dilakukan oleh tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor bekerja sama dengan Puskesmas Kenarilang.


Mewakili Ketua Pengurus Wilayah Muslimat NU Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sekretaris IV PW Muslimat NU NTT, Nurhilaliyah Kolol, S.Pd menyampaikan apresiasi atas kekompakan Muslimat dan Fatayat NU Kabupaten Alor.


Ia mengaku terkesan dengan semangat gotong royong masyarakat Alor yang bersama-sama menyiapkan seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari konsumsi hingga pelayanan kepada peserta.


Menurutnya, kekompakan tersebut menjadi contoh baik bagi pengurus Muslimat NU di daerah lain.


Ia juga berpesan agar program khitan massal terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan masyarakat.


Sementara itu, Sekretaris Umum PCNU Kabupaten Alor Hadi Kamis yang mewakili Ketua PCNU menyampaikan penghargaan kepada Muslimat NU dan Fatayat NU atas konsistensinya menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.


Ia menjelaskan bahwa Muslimat NU dan Fatayat NU merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.


Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan implementasi tiga nilai utama Nahdlatul Ulama, yakni berdakwah dengan hikmah, saling tolong-menolong dalam kebaikan, serta menjadi manusia yang memberi manfaat bagi sesama.


Ia juga memperkenalkan struktur organisasi Nahdlatul Ulama kepada masyarakat, mulai dari Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, hingga badan otonom seperti Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Pergunu, dan lembaga-lembaga lainnya.


Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa PCNU Kabupaten Alor terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui program beasiswa bagi mahasiswa Alor ke perguruan tinggi di Mojokerto.


Tausiah: Tugas Orang Tua Tidak Berakhir Setelah Khitan


Dalam tausiahnya, Ustaz Fatahuddin Likur menjelaskan bahwa khitan merupakan bagian dari fitrah manusia dan sunnah Nabi Ibrahim AS yang kemudian dianjurkan Rasulullah SAW kepada umat Islam.


Ia mengingatkan bahwa kebahagiaan orang tua saat anak dikhitan bukanlah akhir dari tanggung jawab, melainkan awal dari amanah yang lebih besar.


Menurutnya, ada tiga kewajiban utama orang tua setelah anak dikhitan.


Pertama, memenuhi kebutuhan anak dengan rezeki yang halal sejak masih dalam kandungan.


Kedua, memberikan pendidikan agama, akhlak, dan lingkungan yang baik agar anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan berilmu.


Ketiga, membimbing serta mendoakan anak agar menjadi kebanggaan keluarga, agama, dan masyarakat.


Ia juga mengajak orang tua untuk memperdengarkan Al-Qur'an kepada anak sejak dalam kandungan serta senantiasa mendoakan mereka agar menjadi generasi yang saleh.


Harapan Orang Tua Peserta


Sementara itu, Marzuki Kalake Ketua Takmir Masjid Al-Muhajirin Kadelang yang juga Anggota DPRD Kabupaten Alor Komisi III dari Fraksi PKS, mewakili para orang tua peserta, menyampaikan apresiasi kepada Muslimat NU, Fatayat NU, tenaga medis, para donatur, serta seluruh panitia.


Menurutnya, kegiatan khitan massal sangat membantu masyarakat, terutama keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.


Ia berharap pemerintah daerah dan DPRD memberikan perhatian lebih terhadap kegiatan sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.


"Kami berharap kegiatan seperti ini mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah daerah maupun DPRD. Program seperti ini sangat membantu masyarakat. Atas nama seluruh orang tua peserta, kami mengucapkan terima kasih kepada Muslimat NU, Fatayat NU, tenaga medis, para donatur, dan semua pihak yang telah bekerja dengan penuh keikhlasan," ujarnya.


Ditutup dengan Penyerahan Bingkisan


Usai pelaksanaan khitan dan doa bersama, panitia menutup kegiatan dengan penyerahan bingkisan secara simbolis kepada para peserta khitan oleh para tamu undangan.


Penyerahan bingkisan tersebut menjadi simbol kepedulian kepada anak-anak peserta sekaligus menandai berakhirnya rangkaian khitan massal yang berlangsung lancar, penuh kebersamaan, dan semangat gotong royong.


Melalui kegiatan ini, Muslimat NU dan Fatayat NU Kabupaten Alor berharap dapat terus menghadirkan program-program sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya generasi Alor yang sehat, berakhlak mulia, dan berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.(Aty)