Pemprov NTT Resmikan Vaksinasi Massal Rabies 2026, Gerakan Lintas Sektor Diperkuat

 





KOTA KUPANG — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi mencanangkan Vaksinasi Massal Rabies Tahun 2026 sebagai upaya mempercepat pengendalian dan eliminasi rabies di wilayah NTT. Kick off program tersebut digelar di Hotel Sotis, Kupang, Kamis (30/7/2026), dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, mitra internasional, serta berbagai pemangku kepentingan melalui pendekatan One Health.

Dalam sambutan Gubernur NTT yang dibacakan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Melki Angsar, ditegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya berfokus pada pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga harus dimulai dari upaya pencegahan penyakit di tingkat hulu.

"Pengendalian rabies merupakan bagian penting dari investasi pembangunan daerah. Langkah ini tidak hanya menyelamatkan nyawa manusia, tetapi juga mengurangi beban biaya pengobatan, mendukung keberlanjutan sektor peternakan, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih sehat dan produktif," ujar Melki saat membacakan sambutan Gubernur NTT.

Menurutnya, pencanangan vaksinasi massal harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemerintah kabupaten dan kota dalam mencapai cakupan vaksinasi yang optimal terhadap hewan penular rabies (HPR), khususnya anjing.

"Program ini tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Vaksinasi harus menjangkau seluruh desa dan wilayah yang menjadi sasaran penularan. Melindungi hewan melalui vaksinasi berarti melindungi manusia," tegasnya.

Pemerintah Provinsi NTT menilai pengendalian rabies tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Ancaman penyakit zoonosis tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan One Health, yang melibatkan pemerintah, instansi vertikal, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah desa, hingga masyarakat.

Semangat kolaborasi itu terlihat dari kehadiran berbagai institusi dalam peluncuran program, di antaranya perwakilan International Rabies Taskforce Mission Rabies, Komando Resor Militer (Korem) 161/Wira Sakti Kupang, Polda NTT, Kejaksaan Tinggi NTT, Lanud El Tari Kupang, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTT, serta para Kepala Dinas Peternakan dan pejabat yang membidangi kesehatan hewan se-Pulau Timor.

Perwakilan Mission RabiesDr. Andrew J. Beron, mengatakan pihaknya merasa bangga kembali berada di Pulau Timor untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi rabies.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 tim Mission Rabies bersama para mitra berhasil memvaksinasi sekitar 150 ribu ekor anjing di seluruh kabupaten dan kota di Pulau Timor.

"Tahun ini kami meningkatkan target menjadi lebih dari 160 ribu ekor dan kami yakin bersama seluruh tim di lapangan target tersebut bahkan dapat menembus sekitar 169 ribu ekor anjing yang divaksinasi," ujarnya.

Dr. Andrew mengapresiasi dedikasi para petugas lapangan di Timor yang dinilainya memiliki komitmen tinggi dalam memberantas rabies. Menurutnya, Mission Rabies akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan kebutuhan teknis, advokasi, hingga aplikasi pendukung pelaksanaan vaksinasi.

"Keberhasilan program ini bergantung pada komitmen kita bersama dalam menjangkau anjing-anjing yang belum divaksin. Saya percaya tim di Pulau Timor mampu melakukannya dan saya berharap program ini dapat terus berlanjut pada tahun depan," katanya.

Ia menegaskan bahwa setiap ekor anjing yang berhasil divaksin merupakan langkah nyata menuju masa depan tanpa korban jiwa akibat rabies.

"Setiap anjing yang divaksinasi adalah satu langkah lebih dekat menuju masa depan di mana tidak ada lagi keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai akibat rabies," ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan NTT CerdasConstantinus Joel Tukan, menyampaikan bahwa pencanangan vaksinasi massal merupakan langkah awal menuju cita-cita besar menjadikan Pulau Timor bebas rabies.

"Kami berharap gerakan ini menjadi awal yang baik agar Pulau Timor bebas rabies. Mimpi yang sama juga kami harapkan dapat terwujud di seluruh wilayah Provinsi NTT, termasuk Flores dan pulau-pulau lainnya," katanya.

Ia menambahkan, dalam satu hingga dua pekan ke depan berbagai aksi nyata akan dilakukan, mulai dari vaksinasi massal hingga kegiatan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran terhadap bahaya rabies.

Pemerintah Provinsi NTT juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik hewan peliharaan, agar secara rutin memvaksinasi hewannya, tidak melepasliarkan anjing maupun hewan peliharaan lainnya, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan hewan yang menunjukkan gejala rabies. Warga yang mengalami gigitan hewan penular rabies juga diminta segera mencuci luka menggunakan sabun di bawah air mengalir dan segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Melalui sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Provinsi NTT optimistis target eliminasi rabies di Pulau Timor maupun wilayah NTT secara bertahap dapat tercapai. (*)