Tiga Pelajar Wakili Kabupaten Alor ke Paskibraka Provinsi NTT, 30 Capaski Jalani Gladian Sentra




Zonalinews.com – Kalabahi Kamis, 23 Juli 2026. Setelah Pemerintah Kabupaten Alor resmi membuka Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Gladian Sentra Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaski) Tahun 2026, Zonalinews .com mewawancarai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Alor, Daud Dolpaly, SH, di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026).


Dalam wawancara tersebut, Daud didampingi Sekretaris Kesbangpol Syafrudin Bere, SE, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Franciscus Geger, SH, serta Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Maarif Moka, S.Sos.


Daud mengungkapkan, proses seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Alor Tahun 2026 telah dimulai sejak Januari melalui sosialisasi dan penjaringan peserta di SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Alor.


"Sejak Januari kami telah turun ke sekolah-sekolah untuk menyampaikan informasi sekaligus menjaring calon peserta Paskibraka Tahun 2026. 


Seluruh proses seleksi dilakukan sesuai pedoman Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)," ujarnya.

Menurut Daud, sebanyak 215 pelajar mendaftarkan diri mengikuti seleksi Calon Paskibraka Tahun 2026. 


Seluruh peserta kemudian mengikuti tahapan seleksi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), pemeriksaan kesehatan, pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan kondisi fisik, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga tes psikologi.


Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat mengingat pembinaan Paskibraka menggunakan pola pelatihan semi-militer yang menuntut kesiapan fisik dan mental peserta.


"Semua peserta harus dipastikan sehat. Karena selama pendidikan dan pelatihan mereka akan menjalani aktivitas fisik yang cukup berat, sehingga kesehatan menjadi syarat utama," jelasnya.


Dari hasil seleksi tersebut, 30 pelajar dinyatakan lolos sebagai Calon Paskibraka Kabupaten Alor dan saat ini tengah mengikuti Gladian Sentra sebagai persiapan menghadapi Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.


Sementara itu, tiga pelajar terbaik berhasil lolos sebagai Calon Paskibraka Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan akan mewakili Kabupaten Alor pada tingkat provinsi.

Ketiga pelajar tersebut adalah:


1. Saryo Ardyanto Alelang SMA Katolik St. Yoseph Kalabahi;

2. Marino Geraldy Amung  SMA Negeri 1 Kalabahi; dan

3. Aritalia Allu Jattu  SMA Negeri 2 Kalabahi.


Daud mengatakan keberhasilan ketiga pelajar tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang objektif dengan melibatkan tim seleksi dari Kabupaten Alor maupun Provinsi NTT.


"Petugas dari provinsi juga hadir saat pelaksanaan seleksi. Jadi hasil yang diperoleh benar-benar berdasarkan kemampuan masing-masing peserta," katanya.


Daud menjelaskan, setelah dinyatakan lolos, 30 Capaski Kabupaten Alor langsung mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Gladian Sentra.


Menurutnya, pemusatan latihan bertujuan membentuk disiplin, kekompakan, serta menjaga konsentrasi peserta selama menjalani seluruh rangkaian pelatihan.


"Mereka dibina oleh pelatih dari unsur TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), dan tim pembina Kesbangpol. Materi yang diberikan meliputi Peraturan Baris Berbaris, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, pembentukan karakter, serta pembinaan fisik dan mental," ujarnya.


Ia mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, di antaranya penyediaan tempat karantina atau pemusatan latihan yang lebih representatif agar peserta dapat mengikuti pelatihan secara maksimal.


"Kalau peserta berada dalam satu tempat, pola makan, waktu istirahat, dan kondisi kesehatannya lebih mudah dipantau. Itu akan membuat proses pembinaan menjadi lebih efektif," jelasnya.


Harapkan Kuota Peserta Bertambah

Daud berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Alor dapat meningkatkan kuota peserta Capaski sesuai formasi ideal apabila didukung kemampuan anggaran daerah.


"Saat ini kita membina 30 peserta tingkat kabupaten. Ke depan kami berharap jumlah itu bisa bertambah sehingga semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan Paskibraka," katanya.


Selain itu, Kesbangpol akan kembali menyurati sekolah-sekolah setelah pelaksanaan Paskibraka Tahun 2026 selesai agar melakukan pembinaan sejak dini terhadap siswa yang memenuhi persyaratan.


"Persiapan harus dilakukan lebih awal. Sekolah dapat menyiapkan siswa dari sisi kesehatan, tinggi badan, fisik, mental, maupun disiplin sehingga ketika seleksi dimulai mereka sudah siap bersaing," ujarnya.


Cetak Generasi Berkarakter

Daud menegaskan bahwa tujuan pembinaan Paskibraka tidak semata-mata menyiapkan petugas pengibar bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, disiplin, nasionalisme, integritas, dan jiwa kepemimpinan.


Ia berharap para anggota Paskibraka maupun Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Alor mampu menjadi teladan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.


"Mereka adalah generasi muda pilihan. Harapan kami, setelah selesai bertugas mereka tetap menjadi contoh yang baik dan kelak mampu menjadi pemimpin di berbagai bidang, baik sebagai aparatur pemerintah, TNI, Polri, maupun profesi lainnya yang mengabdi untuk daerah dan bangsa," pungkasnya.

(Aty/Zonalinews.com)