UMKM Bunga Angel Kupang Latih Mahasiswa Unimor Olah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi




KUPANG – UMKM Bunga Angel di Jalan Frans Deromes, Tofa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengolahan limbah plastik menjadi kerajinan bernilai jual.


UMKM yang dikelola Paulina Tlonaen sejak 2020 itu menerima lima mahasiswa magang dari Universitas Timor (Unimor) Kefamenanu untuk mengikuti pelatihan pengolahan limbah plastik selama satu bulan, mulai 8 Juli hingga 6 Agustus 2026.


Dalam program magang tersebut, para mahasiswa dibekali keterampilan membuat rangkaian bunga dari bahan daur ulang, khususnya botol plastik bekas. Mereka mempelajari seluruh proses produksi, mulai dari pemilihan bahan, pembentukan kelopak bunga, pewarnaan, hingga perakitan menjadi produk siap jual.


Berbagai bahan dan peralatan digunakan dalam pelatihan, di antaranya botol plastik bekas, gabus, lidi, kawat, cat kayu, pot dari botol bekas, gunting, pisau, lem tembak, dan solder untuk membentuk detail kerajinan.


Pemilik UMKM Bunga Angel, Paulina Tlonaen, mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi modal berwirausaha setelah menyelesaikan pendidikan.


"Melalui pelatihan ini, kami berharap para mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman magang secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang bernilai ekonomis," ujar Paulina.


Ia berharap ilmu yang diperoleh selama magang dapat dikembangkan secara mandiri ketika para mahasiswa kembali ke daerah asal. Menurutnya, keterampilan mengolah limbah plastik menjadi kerajinan dapat menjadi peluang usaha kreatif yang mampu menambah penghasilan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.


Program magang ini diikuti Kelompok 8 UMKM Kupang dari Universitas Timor Kefamenanu yang diketuai Jenifer Layla Fios Mau, dengan anggota Maria Jeniliana Feramida Falo, Yuliana Maria Loin, Baltasar Rinaldi Nahak, dan Yohanes Teddy Kebo.


Melalui kegiatan magang berbasis kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan ini, UMKM Bunga Angel berharap semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk mengolah sampah plastik menjadi produk seni dan kerajinan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, keterampilan tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.(*)