Aliansi Masyarakat Kota Kupang Gelar Aksi 1.000 Lilin dan Galang Dana untuk Korban Bencana Flores




KUPANG — Puluhan elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, komunitas, mahasiswa, serta lintas profesi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kota Kupang menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “1.000 Lilin: Satu Nyala, Seribu Doa untuk Flores” di kawasan Bundaran PU, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA tersebut menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian masyarakat Kota Kupang terhadap para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Flores. Selain menyalakan lilin sebagai simbol doa dan duka cita, massa juga melakukan penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Sejumlah elemen masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gen Z, insan media online, FKPTT Kota Kupang, Euriko Guterres dan kawan-kawan, Grib Jaya, Apindo NTT, PSMTI Kota Kupang, Kadin Kota Kupang, BEM Nusantara, IPF, LTI, Garuda Kupang, FMN, Komunitas Wartawan Indonesia, Arema NTT, Komunitas Seniman Kota Kupang, Srikandi Czan, Tim Regulasi CS, Brigade Meo, Garis, Garda Triple X, Pemuda Katolik, Pemuda GMIT, OKP Regio Timor, Luna Foundation, lintas umat beragama, mahasiswa asal Flores, BEM IKMAR, serta BEM Poltekkes Kemenkes Kupang.


Komunitas kreatif Ngeriitzzzz Kota Kupang juga turut terlibat dalam penggalangan dana sebagai bagian dari aksi solidaritas bagi para korban.


Koordinator Aksi, Daud Nenotek, mengatakan penyalaan 1.000 lilin merupakan simbol persatuan, doa, dan dukungan moral masyarakat Kota Kupang kepada warga Flores yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.


“Aksi ini hadir dengan semangat ‘bersatu dalam doa, bergerak dalam kasih’. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di Flores merasakan kehangatan simpati dan dukungan moral dari Kupang,” ujar Daud di sela-sela kegiatan.


Dalam aksi tersebut, Aliansi Masyarakat Kota Kupang juga menyampaikan lima poin pernyataan sikap. Pertama, menyatakan solidaritas dan doa bersama bagi seluruh korban serta keluarga yang terdampak bencana.

Kedua, aliansi mendesak Pemerintah Pusat agar segera menetapkan status bencana di Flores sebagai Bencana Nasional guna mempercepat proses penanganan, evakuasi, serta pengerahan sumber daya secara lebih masif.

Ketiga, massa menyampaikan apresiasi terhadap langkah tanggap darurat dan kerja keras pemerintah daerah bersama aparat serta seluruh pihak yang telah berada di lapangan membantu masyarakat terdampak.


Keempat, Aliansi Masyarakat Kota Kupang menyatakan komitmen untuk mengawal penyaluran bantuan kemanusiaan agar berlangsung secara transparan, tepat sasaran, dan menjangkau seluruh korban yang membutuhkan.


Kelima, aliansi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah daerah, sektor swasta, masyarakat, organisasi, komunitas, serta berbagai pihak dari dalam maupun luar NTT yang telah memberikan bantuan dan dukungan bagi korban bencana.


Rangkaian penyalaan 1.000 lilin dan penggalangan dana di kawasan jalan protokol Bundaran PU berlangsung khidmat, tertib, dan aman. Kegiatan tersebut mendapat pengawalan personel Polresta Kupang Kota.


Melalui aksi tersebut, masyarakat Kota Kupang berharap solidaritas dan kepedulian terhadap korban bencana Flores terus menguat, sekaligus mendorong seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam proses penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak.(*)